Aksi Bersih di Pantai Marumasa Kumpulkan 579 Kilogram Sampah

oleh -33 kali dilihat
Aksi Bersih di Pantai Marumasa Kumpulkan 579 Kilogram Sampah-foto/Ist

Klikhijau.com – Aksi bersih di Pantai Marumasa melibatkan 34 peserta berhasil mengumpulkan 574 kilogram sampah yang didominasi sampah anorganik berupa plastik dan karet.

Kegiatan yang digerakkan tim KKN-PPM UGM 2025 Periode II Kareba Kumba bersama dengan Indo Ocean Project, Kolaborasi Biru, dan Dego-degona Bira berlangsun Sabtu sore, 26 Juli 2025.

Person in charge program kerja Cleaning Up The Environment ini, Najwa, mengatakan urgensi pemilihan lokasi Pantai Marumasa karena kondisi yang sangat memprihatinkan dibandingkan pantai lainnya yang ada di Bira.

Meskipun pantai ini tak aktif lagi sebagai lokasi wisata, tapi menurut warga menjadi salah satu tempat bertelur penyu sehingga menjadi lokasi yang  menarik perhatian komunitas lokal.

KLIK INI:  Mencari Akar Permasalahan Sampah di Laut Darubiah

“Kami ke sini pertama kali itu lihat sampahnya luar biasa banyak, saat aksi bersih ini pun, makin digali makin banyak sampah-sampah yang terkubur,” jelasnya.

Perwakilan Indo Ocean Project, Yuly Vernianty mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk keresahan terhadap kondisi pantai yang tercemar polusi plastik. Meski bukan pemukiman pendudukan tapi kondisi sampah di Marumasa perlu penanganan intens.

Selain sampah anorganik juga limbah kayu yang perlu perhatian karena dapat terbawa arus kembali ke laut dan merusak karang.

“Kolaborasi dengan komunitas lokal untuk aksi bersih di pantai ini sering tapi masalah sampah belum selesai. Kita hanya satu setengah jam saja aksinya, sudah sebanyak ini,” sesalnya.

KLIK INI:  Kehidupan Bercinta Hewan Laut Terganggu oleh Sampah Plastik?

Aksi bersih yang dilakukan Indo Ocean secara rutin dua kali sebulan berpusat di kawasan wisata Bira untuk mendukung wisata bahari berkelanjutan.

Relawan Kolaborasi Biru, Anjar menambahkan, aksi bersih ini hanya bersifat pemindahan sampah dari pantai ke Tempat Pembungan Akhir (TPA). Sampah yang menumpuk dan berserakan sangat usang bahkan banyak plastik kemasan mulai rapuh sehingga sulit dipilih dan didaur ulang melalui bank sampah.

KLIK INI:  Plastik Berkontribusi Besar pada Pengasaman Laut

“Sulit untuk mengurangi volume sampah karena usia sampah. Kami hanya bisa berharap kepada pengunjung untuk tidak meninggalkan sampahnya di pantai,” katanya.

Tantangan aksi bersih yang dihadapi, tidak adanya TPA yang aktif di wilayah Bontobahari. Sampah yang dikumpulkan dikerjasamakan dengan  Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bulukumba untuk pengangkutan ke TPA milik pemerintah.

KLIK INI:  Kalla Youth Fest 2023 Digelar tanpa Bahan Plastik