4 Fakta Unik Pohon Raksasa “Kalumpang Lompoa” di Bantaeng

Klikhijau.com - Dalam rute perjalanan pulang dari Sinjai, mampirlah kami di Bantaeng. Kota ini memang terkesan lebih sejuk nan rindang. Tetapi, kami sudah terbiasa dengan suasana kotanya yang bersih....

4 Fakta Unik Pohon Raksasa “Kalumpang Lompoa” di Bantaeng
Bacakan Artikel

[irp posts="5353" name="Di Sebatang Pohon Bilalang, Parepare Mengenang Ani Yudhoyono"]

Banyak orang percaya bahwa pohon raksasa ini dihuni mahluk halus yang merupakan leluhur tanah keke. Konon, ketika pohon itu akan ditebang, tiba-tiba daerah tersebut dilanda banjir. Di banyak daerah, pohon kepuh memang sering dinamai “pohon genderuwo”, mungkin karena pohonnya yang besar dan terkesan angker.



  • Bergeser sebagai tempat wisata



Daya tarik tempat ini memang bisa dikembangkan lagi agar jadi satu spot alternatif bagi wisatawan. Pemerintah Daerah Bantaeng menggelar festival Gantarang Keke, setiap tahunnya di lokasi ini. Sebab baruga berbentuk rumah panggung telah dibangun di sekitarnya. Sebelumnya memang ada ritual turun temurun setiap 10 bulan sya’ban sejak dahulu –kini momen ini jadi festival meriah setiap tahunnya.

***

Sepanjang jalan pulang ke kota Makassar, kami berdiskusi tentang pohon dan bagaimana nenek moyang terdahulu melestarikannya dengan klaim mistis. Tetapi, teror “animisme” pada orang-orang terdahulu yang menjaga pepohonan tua seperti virus mematikan. Setelahnya, pohon-pohon bertumbangan. Ditebang massif, persis saat kita tak ulet menanam kembali.

Kami akhirnya paham, betapa pepohonan menaruh harap pada cinta kita. Tentu agar kita tak selalu melihatnya sebagai objek yang tak berdaya—yang selalu terbayang bisa menjelma jadi duit.

Panjang umur “pohon kalumpang”!

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: