Tahapan Menuju Sempurna bagi Seekor Kupu-Kupu

Klikhijau.com - Pasti sudah pada paham ya? Bahwa seekor kupu-kupu memiliki siklus hidup yang sempurna. Siklus hidup mulai dari telur, ulat, pupa, dan imago. Pemahaman tersebut telah kita dapatkan bers...

Tahapan Menuju Sempurna bagi Seekor Kupu-Kupu
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pasti sudah pada paham ya? Bahwa seekor kupu-kupu memiliki siklus hidup yang sempurna. Siklus hidup mulai dari telur, ulat, pupa, dan imago. Pemahaman tersebut telah kita dapatkan bersama di bangku sekolah. Namun itu baru teori.

Seru nampaknya jika kita bisa mengikuti siklus kehidupan mereka.

Beberapa pekan lalu, tepatnya tanggal 7 Maret 2025, saya mulai menemukan ulat dan prepupa di sebuah batang jeruk nipis. Bertemu di salah satu dusun yang berada di Desa Samangki, Simbang, Maros. Lokasinya dekat hutan karst Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Tiga hari berikutnya saya mengecek jeruk nipis yang berada di belakang rumah warga ini. Prepupanya sudah berubah menjadi pupa alias kepompong. Sementara itu, juga masih terdapat beberapa dalam tahapan ulat. Ada yang masih berwarna coklat berukuran kecil. Ada pula ulat yang berukuran cukup besar dan berwarna kehijauan.

Ulat ini juga ternyata mengalami beberapa kali pergantian kulit. Jadi awalnya hanya berukuran mini. Apalagi yang baru menetas dari telur. Kemudian setidaknya 5 kali mengalami pergantian kulit atau Molting, hingga sebesar jari kelingking orang dewasa.

Pada fase ulat, ia akan terus memakan tumbuhan inangnya. Mengunyah daun yang menjadi makanannya. Tumbuhan inang bagi setiap spesies kupu-kupu berbeda-beda. Induk betina akan mengenalinya dengan merabanya terlebih dahulu. Meraba dengan menggunakan kaki depannya. Ia akan terbang untuk mengecek satu per satu tumbuhan yang berada di habitatnya.

Setelah menemukannya, ia kemudian meletakkan telurnya. Umumnya mereka meletakkan telur pada pucuk atau pun di bawah daun tumbuhan inang. Meletakkan di pucuk agar ulat belia lebih mudah mengkonsumsi daun muda. Meletakkan di bawah daun agar terhindar dari predator seperti semut atau pun serangga lainnya.

Temuan ulat dan kepompong membuat saya penasaran. Saya kemudian bertanya pada grup WhatsApp: Sahabat Kupu-kupu Indonesia. Kumpulan penyayang kupu-kupu dari berbagai daerah di nusantara.

Menanyakan spesies kupu-kupu dari tahapan yang ada. Tak banyak yang bisa mengenalinya. Mereka berkilah tidak begitu paham bentuk ulat dan pupa kupu-kupu di Sulawesi. Mengingat di Sulawesi ada banyak spesies endemik.

Beruntung salah seorang kawan dari Palu, memberi kabar bahwa kemungkinan besar kupu-kupunya adalah Papilio ascalaphus.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2