Mata Waktu orang-orang sedang sibuk menghitung kartu domi di
Tag: #puisi lingkungan
Hujan Lale
Kopi ke Cengkeh sepulang dari masjid, matamu tak bisa
Pada Jembatan Bambu Itu
Pada Jembatan Bambu Itu kau melewati jembatan bambu itu
Sebelum Polusi Tiba
Malam di Depan Warung Coto malam meninggi dan menunggu
Ketika Akar Tak Lagi Mencengkeram Bumi
Hutan tropis Nusantara, permadani hijau yang dahulu ditenun oleh jemari
Tanda Tangan Lumpur
Luka Panjang Kali Lebar di atas heli yang meraung
Menanam Pohon di Mata
Segelas Kerakusan sebatang pohon mampir ke rumahmu subuh itu. saat
Minum Kopi di Awan
Mengira Bumi aku selalu menganggapmu bumi, tempat tumbuh segala
Matamu dan Sampah di Kepalaku
Matamu dan Sampah di Kepalaku kantuk tiba di matamu
Pohon Kecil di Sungai
Hanya Denyut “tunggu, kubuatkan kopi,” tawarmu “hmmm,” jawabku kau
Pohon Api di Alismu
Sawah Plastik padi kembali menguning, kehidupan kembali ke pangkuan.
Keladi Hias dan Ibu
Keladi Hias dan Ibu hujan memang menumbuhkan keladi hias
Gelisah Burung-Burung
Masa Nanti dua selimut paluti tubuhmu dalam kelambu merah
Menangisi Kekeringan
Jadi Hujan kita telah jadi hujan, dimaki sepanjang hari
- 1
- 2
- …
- 10
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













