Studi Baru: 83 Paus dan Lumba-Lumba Mengandung Polutan Beracun, Mencemaskan!

Klikhijau.com - Sebuah jurnal Frontiers in Marine Science terbaru berjudul Anthropogenic Contaminants and Histopathological Findings in Stranded Cetaceans in the Southeastern United States, 2012โ€“2018...

Studi Baru: 83 Paus dan Lumba-Lumba Mengandung Polutan Beracun, Mencemaskan!
Bacakan Artikel

Para ilmuwan menyatakan bahwa polutan beracun ini masuk ke lingkungan laut dalam bentuk limpasan air yang tercemar atau dari bahan kimia pada plastik sekali pakai yang dibuang ke sana.

Bahan kimia spesifik yang terdeteksi berkaitan dengan kemasan makanan, deterjen, dan bahkan mainan anak-anak, beberapa di antaranya mengandung ftalat berbahaya.

Maka dari itu, mulai dari diri sendiri, sahabat hijau harus melakukan sesuatu untuk mengurangi jumlah racun yang masuk ke lingkungan laut. Karena polutan-polutan tersebut memiliki impact buruk bagi kesehatan dan lingkungan, tidak hanya bagi kehidupan laut tetapi juga manusia.

Pasalnya, cara kerja bahan kimia ini dengan sangat mudah bereaksi melalui rantai makanan dan menjadi lebih terkonsentrasi di tempat yang lebih tinggi.

Semisal, lumba-lumba dan paus memakan ikan dengan konsentrasi bahan kimia tersebut, juga ikan yang biasa kita konsumsi sehari-hari, unsur-unsur beracun masuk ke dalam tubuh mereka. Hal yang sama juga bisa terjadi pada manusia ketika mengonsumsi hewan laut.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: