Seperti Pernah

Rumpun bambu itu telah ada, jauh sebelum Puang Lamintang lahir, lelaki paling tua di kampung itu. Tak ada yang tahu sejak kapan tumbuh. Tak ada juga saksi mata yang melihat siapa yang menanamnya atau...

Seperti Pernah
Bacakan Artikel

โ€œBisa jadi bambu tersebut sering menangis karena telah banyak nyawa musuh yang dihilangkan,โ€ lanjut Puang Kamaruddin dengan wajah yang serius.

โ€œTapi, kenapa tak bisa diperjual belikan?โ€ tanyaku penasaran.

โ€œIa akan menangis jika dijual. Warga tak mau menanggung ketakutan seperti dulu, pohon itu menangis tiap malam, selama tiga bulan lamanya. Suaranya memekikkan telinga hingga tak ada yang bisa tidur,โ€

โ€œApa ada hal aneh yang sering terlihat di bambu itu?โ€

โ€œTak pernah ada, kecuali rebungnya yang berbeda dengan rebung kebanyakan. Rasanya sangat pahit dan dan hambar, meski telah diresapi beraneka bumbu. Jadi percuma saja diambil.

Selain cerita bahwa bambu runcing yang digunakan mengusir penjajah berasal dari bambu tersebut. Berbagai cerita lain pun mengiringi keberadaan bambu itu, ada yang mengatakan jika plansenta anak pertama Puang Majakarraโ€”yang dipercaya yang menemukan kampung itu di tanam di bawah pohon bambu tersebut, ada pula yang berpendapat jika jasad Puang Majakarra dan Puang Hadima, istrinya di kubur di bawah bambu itu. Dan kebun kopi yang luasnya setengah hektar itu, di sanalah berdiri rumah panggung Puang Majakarra yang terbuat dari bambu.

Namun, dari semua cerita yang beredar, aku lebih suka cerita jika bambu runcing yang digunakan mengusir penjajah berasal dari rumpun bambu ituโ€”yang sebentar lagi jika ada yang ingin menebang bambu, harus minta izin kepadaku.

[irp]

Memelihara mitos

Mitos-mitos selalu diperlukan untuk melestarikan sesuatu. Aku pikir pohon bambu itu juga demikian. Setiap aku ke kebun kopi yang kubeli itu. Aku tak pernah alpa menatapi rumpun bambu tersebutโ€”mencari titik anehnya. Tapi, semuanya sama dengan rumpun bambu yang lain. Tak ada yang beda, jika ada yang berbeda hanya sumur di bawahnyaโ€”ย  airnya jernih,ย  tak selembar daun bambu pun yang ada di dalamnya. Sumur itu bersih.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: