Sepasang Mata Hujan

Air berlomba sampai ke laut. Mengajak apa saja yang dilaluinya. Kerikil, batu besar, kayu, daun, ternak, rumput, lumut. Apa saja. Tak ada yang kuasa menolak. Semakin jauh, semakin banyak yang ikut....

Sepasang Mata Hujan
Bacakan Artikel

Istrinya tertawa, tapi tertawa dengan sangat kecut. Garam-garam yang dipanen suaminya telah terjual semua demi membeli gas, lap, gayung, panci, ikan dan apa saja kebutuhan yang mendesak termasuk deterjen.

โ€œGaram habis,โ€ jawab istrinya.

โ€œBagaimana bisa petani garam kehabisan garam?โ€ tanya suaminya dengan gemas.

โ€œTunggu, mungkin masih ada sedikit di kolong rumah,โ€ ujar istrinya lalu bergegas ke kolong rumah.

Begitu menyentuh tangga rumah, air berwarna kopi susu pekat kesukaan orang kota datang menyapu apa saja di depannya.

Perempuan itu berteriak kaget, suaminya berlari ke arah tangga. Sunyi. Hanya suara air menderu-deru.

[irp]

Kindang, Januari 2023

Pilih Halaman: