Seni Cadas Terancam Hilang karena Perubahan Iklim

Klikhijau.com – Suatu hari, saya bergerak ke arah Kabupaten Maros dari arah Kota Makassar. Tujuannya adalah Taman Prasejarah Leang-leang, yang juga dikenal dengan nama Taman Purbakala Leang-leang T...

Seni Cadas Terancam Hilang karena Perubahan Iklim
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com – Suatu hari, saya bergerak ke arah Kabupaten Maros dari arah Kota Makassar. Tujuannya adalah Taman Prasejarah Leang-leang, yang juga dikenal dengan nama Taman Purbakala Leang-leang

Taman ini menjadi salah satu destinasi wisata andalan Maros, terletak sebelum air terjun Bantimurung.

Keinginan melihat lukisan manusia purba di Leang-leang membuat saya menerabas terik matahari. Dengan tiket sepuluh ribu rupiah, saya berhasil masuk ke taman prasejarah itu. Saya datang sendiri.

Namun, sayangnya saya tidak berhasil melihat lukisan manusia purba. Gua tempat lukisan berada terkunci rapat.

[irp]

Dan hingga kini saya belum pernah melihatnya secara langsung. Bagaimana rupa lukisan yang juga dikenal dengan istilah seni cadas atau  rock art.

Seni cadas dibuat oleh manusia purba (manusia prasejarah)  di dinding gua atau ceruk, tebing, dan batu.

Seni cadas  telah bertahan ribuan tahun melawan perubahan zaman. Namun, ada laporan yang mengungkapkan jika  pemanasan global mungkin adalah kematian atau akhir dari seni cadas.

Saat terjadi peristiwa cuaca ekstrem seperti kebakaran, angin topan, banjir, dan erosi meningkat, maka seni cadas sangat mungkin memudar dan menghilang.

Sebuah laporan pada gelaran simposium baru-baru ini menyatakan bahwa kerusakan itu saat ini tidak dapat dipulihkan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2