Selamat Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), Kita Jaga Ekosistem Indonesia

Klikhijau.com – Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) merupakan momen penting yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Mengapa ini penting? Peringatan HKAN memang tidaklah sepopuler hari lingkung...

Selamat Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), Kita Jaga Ekosistem Indonesia
Bacakan Artikel

Meski peringatan ini tergolong masih baru, namun sejatinya konservasi alam di tanah air memiliki rentetan sejarah yang panjang.

Dilansir dari Tirto, konservasi alam di Indonesia sebenarnya telah diinisiasi sejak masa kolonial Hindia-Belanda. Pada tahun 1937, Gubernur Jenderal Hindia Timur telah menetapkan sebuah unit konservasi alam.

Pelembagaan tersebut diinisiasi oleh Dr. Sijfert Hendrik Koorders, seorang botanis peranakan Belanda kelahiran Bandung. Lalu, pada 1912, Koordes mendirikan sebuah organisasi yang dinamai Netherlandsch Indische Vereenigin tot Natuurbescherming.

[irp]

Melalui organisasi inilah, Kooders mempertemukan para pecinta alam untuk membuat publikasi-publikasi atau semacam kampanye terkait keindahan dan pentingnya pelestarian flora dan fauna Hindia-Belanda.

Publikasi ini bertujuan mendorong Pemerintah Hindia Belanda melakukan konservasi ekosistem flora dan fauna. Agenda ini dilakukan Koonders dan rekannya sekaligus sebagai kritik pada Pemerintah Hindia-Belanda yang di masa itu cenderung memanfaatkan hutan sekadar untuk kepentingan ekonomi belaka.

Organisasi Netherlandsch Indische Vereenigin tot Natuurbescherming, kemudian mengusulkan penetapan 12 lokasi cagar alam yaitu beberapa danau di Banten, Pulau Krakatau, Pulau Panaitan, Laut Pasir Bromo, Pulau Nusa Barung, Semenanjung Purwo, dan Kawah Ijen.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: