Sebatang Pohon Janji

Sudah lama dia susah tidur. Itu terlihat dari kantong matanya yang tebal. Ada lingkaran hitam di kelopaknya. Matanya terlihat lelah.  Sejak kepergian suaminya,  dia lupa cara tidur lelap bagaimana. Pa...

Sebatang Pohon Janji
Bacakan Artikel

“Aku akan melamarmu, Nia,” ujar Suardi ketika mereka sedang menikmati tarian gelombang Apparalang.

“Serius?” Hania menatap Suardi dengan pandangan tak percaya.

Suardi  hanya tersenyum.

“Serius?” tanya Hania lagi

Lagi, suardi hanya tersenyum.

“Ayo kita pulang, sebentar lagi malam!”

Seminggu kemudian, Suardi membuktikan ucapannya. Lamarannnya benar-benar datang. Hania tak percaya, dia serupa sedang terbang. Dia memenangkan persaingan dengan beberapa perempuan yang menaruh hati kepada Suardi.

Lalu setengah bulan kemudian, pesta pernikahan dihelat dengan meriah. Meski tak ada electone. Di hari pernikahannya, Suardi melakukan hal tak terduga dan baru dalam masyarakatnya. Suardi membawa bibit cengkeh lengkap dengan cangkul. Setelah ijab kabul usai, dengan pakaian pengantin mereka tak langsung bersanding. Suardi mengajak Hania menuju samping rumahnya, lalu menanam pohon cengkeh tersebut.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: