Sastra Hijau
Media yang concern pada isu lingkungan, kehutanan, konservasi dan green life style
Sorotan
Sajak-sajak Renungan Semesta Yanuar Abdillah Setiadi
Sajak-sajak Renungan Semesta Yanuar Abdillah Setiadi (1) Nilai Pada apa kau sandarkan sebuah nilai kehidupan Apakah pada puisi-puisi yang mengasuh j...
Matamu Sungai Kecil
Warna Hujan kubisikan padamu sekali lagi dan terakhir, wanaria warna hujan selalu sama? entah kau sedang sendiri atau berada pada sebuah pesta atau...
Mata Waktu
Mata Waktu orang-orang sedang sibuk menghitung kartu domi di kepalanya. dan kau sibuk menyeruput kopi hitam tak bergula itu. "hidup adalah permain...
Meresapi Puisi Alam dari Penerima Nobel Sastra, Louise Glück yang Menyentuh
Klikhijau.com – Dalam dunia sastra, prestasi Louise Glück memang keren. Sebelum ia menerima penghargaan Nobel Sastra—prestasi tertinggi dunia sastra. Gluck tel...
Akar Leluhur
Sibuk. Kata itu tertulis di pintu rumahnya. Beberapa hari ini ia memang jarang kelihatan. Ia tak pernah lagi berkumpul dengan warga lainnya. Apalagi menerima t...
6 Puisi Presiden Malioboro “Umbu Landu Paranggi” yang Bernapas Alam
Klikhijau.com – Sang Presiden Malioboro itu lahir Kananggar, Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Dua tahun sebelum Indonesia merdeka, tepatnya tanggal 1...
Siang di Hari Kerja
Siang di Hari Kerja Jelang siang di hari kerja hujan turun seperti iringan batara guru petir bersahutan pekat meraja di mana-mana Di sebuah buk...
Menikmati Akhir Pekan dengan Pantun Lingkungan yang Menginspirasi
Klikhijau.com – Pantun telah menjadi penyampai pesan sejak dulu. Pantun adalah jenis puisi lama. Memiliki ciri tersendiri, berjumlah empat baris. Dalam Kamu...
Menikmati Pepuisi Syahriar Tato tentang Salju dalam Dua Bahasa
Klikhijau.com – Dalam buku antologi puisi “kota kekasih” Syahriar Tato menulis 48 puisi. Semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan dimuat dibuku yang...
Kunang-kunang di Mata Vhy
Ribuan kunang-kunang telah hijrah ke matanya. Itu menandai jika tak lama lagi akan pergantian musim. Dari kemarau ke musim basah. Tempat paling aman bagi kunan...
Membaca 7 Puisi Beraroma Laut dari Tri Astoto Kodarie
Klikhijau.com – Dalam buku kumpulan puisinya Hujan Meminang Badai, Tri Astoto Kodarie banyak bercerita tentang laut. Lelaki kelahiran 29 Maret 1961 di Jak...
Wanita dalam Cangkang
Wanita dalam Cangkang Pada hakekatnya aku berbicara kepadamu Dan ikut menenguk getir pahit dalam cangkir kopimu Haus yang purba ini telah lama memi...
Tanah Duka, Tanah Luka
Duka di Tanahmu, Tanahmu Luka Di tanahmu pepohonan telah pergi, berganti api merah marah air pindah ke mata jadi air mata peluh keluh diperas oleh...
Meresapi Puisi-Puisi Goenawan Mohamad dengan Metafora Alam yang Memikat
Klikhijau.com - Ia lahir pada tanggal 29 Juli 1941. Orang tuanya memberi nama Goenawan Soesatyo Mohamad. Nama Soesatyo kemudian “dipensiunkan”. Ia hanya mem...
Segelas Kopi Pertemuan
Senja di hari Jumat, Adriana berkunjung ke kos. Itu kunjungan pertamanya dan jadi pertemuan kami yang pertama pula. Kusambut ia dengan segelas kopi. Aku tahu ia...