Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Mata Waktu

Mata Waktu   orang-orang sedang sibuk menghitung kartu domi di kepalanya. dan kau sibuk menyeruput kopi hitam tak bergula itu. "hidup adalah permainan domi,' begitu pikirmu di luar huja...

Oleh Irhyl R Makkatutu 12 Apr 2026 14:35 2 menit baca

Mata Waktu

  orang-orang sedang sibuk menghitung kartu domi di kepalanya. dan kau sibuk menyeruput kopi hitam tak bergula itu. "hidup adalah permainan domi,' begitu pikirmu di luar hujan sedang menari-nari sendiri. menampung segala polusi di daun cengkeh. sebelum mengalirkannya ke tanah. lalu ke mata waktu yang hampir pupus double lima dan enam bertumpuk di atas meja. kehidupan berjalan cepat dan kita berhenti menghitung usia Kindang, 12 April 2026 [irp]

Napas Polusi

  asap rokok memenuhi ruangan tempat kau menyandarkan harapan kau batuk-batuk matamu perih sesak memenuhi dadamu kehidupan ingin segera berhenti tepat di depan matamu yang ngantuk itu kau ingin berlari lepas segala sesak di bawah pepohonan depan ruangan itu tapi, pepohonan telah lupa cara berdaun ia kini berubah jadi meja. tempat orang-orang membagi kartu domino dan membakar semua rokok yang yang ada dalam saku kau menggerutu, tapi napasmu tinggal sepenggal dan kehidupan ingin segera berhenti tepat saat kau hela napas yang disesaki polusi April 2026 [irp]

Hujan Minggu

  hujan tiba di hari minggu sore bibirmu memutih, gigil menerkam rakus kau ndusel ke dalam dadaku yang kurus kubiarkan saja. tak ada hangat akan kau temukan hanya dingin plastik direndam hujan kau menatap mataku, tak ada teduh pohon-pohon telah lama berpindah ke ruang tamu mataku telah lama kemarau hujan sore di hari minggu hanya memejamkan debu dua atau tiga menit saja tak ada genangan tersimpan di mataku hanya ada retakan. gersang pada tiap sudutnya aku lupa, hujan hanya datang sekali saja seumur hidup di hari minggu sore selebihnya adalah doa-doa yang hilang dalam janji dalam pasal-pasal April 2026 [irp]
Topik terkait
#puisi lingkungan #plastik #dingin #polusi #hujan #domino #sastra dan ekologi