Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Cinta Ini Pohon-Pohon

Cinta Ini Pohon-Pohon   cinta ini pohon-pohon. serap polusi udara yang akan kau hirup. agar paru-parumu jadi lahan subur. tempat bertunas segala kasih kasih ini tumbuh dari kisah sepasang...

Oleh Irhyl 19 May 2024 13:35 2 menit baca

Cinta Ini Pohon-Pohon

  cinta ini pohon-pohon. serap polusi udara yang akan kau hirup. agar paru-parumu jadi lahan subur. tempat bertunas segala kasih kasih ini tumbuh dari kisah sepasang burung. mereka menebar bebijian bebijian itu tumbuh jadi pohon. akarnya di mataku sebagai mata air mata air itu bermuara dari air mata. ketika hujan turun. pohon-pohon menyerapnya. disimpan dalam tubuhnya. dialirkan dari akarnya menuju rumahmu rumahmu, selalu butuh air. tapi ketika hujan tiba, kau selalu saja menanam rasa waswas waswas tak pernah ingin pamit dari setiap kisah. entah kisah itu berubah kasih, yang lahirkan cinta serupa pohon-pohon, rela serapi polusi demi paru-paru sang kekasih, yang di matanya ada mata air dari air mata Mei 2024 [irp]

Banjir di Hari Jumat

  kau berjalan pelan ke tepi sungai. mencari sandalmu yang putus. dua hari lalu, ayahmu membuangnya ke sungai itu. lalu hanyut, membenturkan diri ke kebatuan matamu berair, airnya hilang dalam hujan. hujan adalah pemakan segala hal, apalagi air mata kau berdiri di tepi sungai itu. mengutuk ayahmu jadi anak muda karena membuang sandal itu sandal yang kau temukan ketika banjir hari Jumat lalu. 2024 [irp]

Batu ke Kepala

  pagi sekali kau datang ke rumah. sebelum kopi habis kuseruput. kau bawa cangkul, linggis, sekop, dan parang ini hari sabtu yang hujan. tak ada ritus ke kebun. harusnya "kita akan buka jalan setapak menuju jauh," katamu, "ke dalam diri sendiri" pohon-pohon mesti ditebangi, batu-batu digeser ke dalam kepala ----hingga kita jadi kepala batu 2024 [irp]

Gabah Ibu

  ibu menjemur gabah tadi pagi. ia mandi keringat. sebelum keringatnya kering, mendung tiba mengajaknya bertengkar gabah yang dijemurnya baru hangat tahi ayam. mendung berubah gerimis lalu gerimis berubah air ditumpah dari langit ibu punguti gabah itu tergesa. keringat kembali banjir dari porinya jadi butiran tasbih. ketika gabah usai dipunguti ibu dan menghuni karung. matahari muncul dengan sangat gagah ibu ingin menggerutu, tapi urung "aahh, cuaca mengajak bercanda, saat hidup sedang tak sedang melucu," kata ibu, ditatapnya sinar matahari itu. lalu ke bajunya yang basah usaha dan doa. 2024 [irp]
Topik terkait
#polusi udara #cinta #puisi lingkungan #puisi dan ekologis #pohon-pohon