Sastra Hijau
Klikhijau.com merupakan media nasional berbasis online yang concern pada isu lingkungan, kehutanan dan gaya hidup ramah lingkungan. Selain menerbitkan artikel dan liputan, Klikhijau juga aktif dalam program edukasi dan pendampingan dalam upaya menguatkan literasi lingkungan dalam masyarakat.
Sorotan
Daun yang Gugur dan Ingatan Tentang Sekolah
Sajak-sajak Renungan Semesta Yanuar Abdillah Setiadi
Sajak-sajak Renungan Semesta Yanuar Abdillah Setiadi (1) Nilai Pada apa kau sandarkan sebuah nilai kehidupan Apakah pada puisi-puisi yang mengasuh j...
Matamu Sungai Kecil
Warna Hujan kubisikan padamu sekali lagi dan terakhir, wanaria warna hujan selalu sama? entah kau sedang sendiri atau berada pada sebuah pesta atau...
Mata Waktu
Mata Waktu orang-orang sedang sibuk menghitung kartu domi di kepalanya. dan kau sibuk menyeruput kopi hitam tak bergula itu. "hidup adalah permain...
Ketika Cengkeh dan Kunyit Tak Sekadar Rempah, tapi Peta Pulang kepada Kekasih
Klikhijau.com - Lalu siapa yang cukup gila menyimpan cengkeh dan kunyit dalam stoples. Bukan untuk digunakan di dapur sebagai bumbu, bukan. Hanya untuk dipajan...
Hujan Lale
Kopi ke Cengkeh sepulang dari masjid, matamu tak bisa menyembunyikan kantuk, juga mulutmu. menguap berkali-kali lalu matamu lahirkan gerimis kau s...
Pada Jembatan Bambu Itu
Pada Jembatan Bambu Itu kau melewati jembatan bambu itu dua kali sehari atau kadang tak menghitungnya. itu seperti perjalanan yang direncanakan sepan...
Pohon Ketapang dan Kisah yang Rindang
2014. Suatu ketika entah bagaimana Raka tiba-tiba mengingat suatu kenangan yang sangat berbekas di benaknya. Saat di mana ia dan Anna berboncengan dari arah...
Sajak-sajak Yanuar Abdillah Setiadi
(1) Sepucuk Surat Seandainya aku bisa menulis sebuah surat Maka, akan kutujukan suratku padamu kekasihku Muhammad. Diantara rona bintang pada malam hari...
Kembang Hujan
Hujan sore ini berbeda. Lebih menderas. Lebih mengiris. Sangat menguras air mata. Lihai membasahi ingatan. Sejujurnya aku tak pernah membenci hujan. Namun, s...
Sebelum Polusi Tiba
Malam di Depan Warung Coto malam meninggi dan menunggu subuh di depan warung coto. tiga anak muda memunguti sampah. mengisi bak truk. tak ada kuah co...
Ketika Akar Tak Lagi Mencengkeram Bumi
Hutan tropis Nusantara, permadani hijau yang dahulu ditenun oleh jemari Tuhan, kini sekarat dalam diam yang mencekam.... Di bawah kanopi yang mulai bolong-bo...