Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Hujan Lale

Kopi ke Cengkeh   sepulang dari masjid, matamu tak bisa menyembunyikan kantuk, juga mulutmu. menguap berkali-kali lalu matamu lahirkan gerimis kau selalu suka gerimis. ada kenangan jenaka...

Oleh Irhyl R Makkatutu 22 Feb 2026 13:37 2 menit baca

Kopi ke Cengkeh

  sepulang dari masjid, matamu tak bisa menyembunyikan kantuk, juga mulutmu. menguap berkali-kali lalu matamu lahirkan gerimis kau selalu suka gerimis. ada kenangan jenaka dan masa depan penuh labirin. kau suka tersesat lalu berakhir di pelukan diri sendiri ini akan jadi waktu panjang tanpa kopi. kau belajar hidup tanpa kafein. setelah pohon kopi di ujung kampung ditebangi. berganti pohon cengkeh kau mulai belajar merokok, kata Ayah, rokok disulap dari cengkeh dan kau ingin nikmati hasil jerih upayamu. dan kopi, pohon naungannya telah berubah jadi rumah, tempat kau bernaung mengisap rokok dengan merk yang aneh dan nyeleneh. Kindang, Feb, 2026 [irp]

Ayam Penanti Nasi

  seekor ayam jago berwarna kelabu, sedang kere-kere di belakang rumah. ia mencari sebutir demi sebutir nasi yang tersisa di piring dan terbuang kesepian di belakang rumah. ayam jago kelabu itu, adalah penanti butiran nasi yang setia. tak dibiarkannya berlama-lama di tanah, tak dibiarkannya membusuk lalu berasap ke langit. dan di lebaran nanti, kau berniat memotong ayam jago kelabu itu. kau ingin menjamu kerabat dari jauh dengan songkolo dan ayam kampung pallu likku hanya kau bingung, siapa yang akan memakan sisa nasi di piringmu jika si ayam jago kelabu itu jadi pallu likku? kau memijit kepalamu yang tak sakit. dan mulai bertekad tak ada lagi sebutir nasi tersisa di piringmu selepas si ayam jago kelabu itu melepas napasnya. Kindang, Feb 2026

Hujan Lale

  "akar walisongo akan menghujam ke tanah, mengikatnya ke bebatuan" kau mendengar pesan itu penuh ragu, tapi ditimbun bukitan penasaran di kebun kopi penuh aroma kenangan itu, musim hujan selalu mencuri tanahnya, membawanya ke dalam sungai lalu menuju laut. tak ada pohon kopi bisa tumbuh di laut, sungguh kau paham itu. namun, hujan selalu mengantar pohon kopimu ke laut jauh. sandaranmu kini, pada tanaman walisongo itu. akarnya akan mengikat tanah, mengikat pohon kopi betah di kebun, meski hujan tiba dengan sangat lale. Kindang, Feb 2026 [irp]
Topik terkait
#kopi #puisi lingkungan #sastra ekologi #ayam jago #hujan #cengkeh