Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Tanah Duka, Tanah Luka

Duka di Tanahmu, Tanahmu Luka   Di tanahmu pepohonan telah pergi, berganti api merah marah air pindah ke mata jadi air mata peluh keluh diperas oleh teluh mengalir ke nadi cekam Di tan...

Oleh Irhyl R Makkatutu 09 Oct 2021 23:30 2 menit baca

Duka di Tanahmu, Tanahmu Luka

  Di tanahmu pepohonan telah pergi, berganti api merah marah air pindah ke mata jadi air mata peluh keluh diperas oleh teluh mengalir ke nadi cekam Di tanahmu jeritan jadi lagu disko tengah malam kelam ketakutan jadi parodi, ditertawakan dalam pesta pora air mata darah mengisi kobokan peluru merampas napas kejam Di tanahmu api sedang ditanam di kepala jadi kematian langit pucat pekat dengar jeritan, sakitmu merontah pengendara kuasa berpesta atas nasibmu rayakan kematiannya sendiri nurani Di tanahmu pagi telah asing, malam usang merentang panjang tak ada lagi tempat bercucu, menanam plasenta di tanahmu sedih merimbun pilu duka peluki luka rohingya Rumahkekasih, 17-25 Sept 2017 [irp]  

Luka di Tanahmu, Tanahmu Duka

  Rohingya duka peluki luka di tanahmu sedih merimbun pilu tak ada lagi tempat bercucu, menanam plasenta di tanahmu pagi telah asing, malam usang merentang panjang Nurani rayakan kematiannya sendiri pengendara kuasa berpesta atas nasibmu langit pucat pekat dengar jeritan, sakitmu merontah di tanahmu api sedang ditanam di kepala jadi kematian Kejam peluru merampas napas air mata darah mengisi kobokan ketakutan jadi parodi, ditertawakan dalam pesta pora di tanahmu jeritan jadi lagu disco tengah malam kelam Cekam mengalir ke nadi peluh keluh diperas oleh teluh air pindah ke mata jadi air mata di tanahmu pepohonan telah pergi, berganti api merah marah Rumah kekasih, 17-25 Sept 2017 [irp]  

Tanahmu Duka, Tanahmu Luka

  Cekam mengalir ke nadi peluh keluh diperas oleh teluh air pindah ke mata jadi air mata di tanahmu pepohonan telah pergi, berganti api merah marah Kejam peluru merampas napas air mata darah mengisi kobokan ketakutan jadi parodi, ditertawakan dalam pesta pora di tanahmu jeritan jadi lagu diskotik tengah malam memabukkan Nurani rayakan kematiannya sendiri pengendara kuasa atas nasibmu berpesta langit pucat pekat dengar jeritan sakitmu merontah di tanahmu api sedang ditanam di kepala jadi kematian Rohingya duka peluki luka di tanahmu sedih merimbun pilu tak ada lagi tempat bercucu, menanam plasenta di tanahmu pagi telah asing, malam usang merentang panjang Rumah kekasih, 17-25 Sept 2017 [irp]
Topik terkait
#puisi #sastra hijau #ekologi sastra #puisi lingkungan #tanah duka