Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Menikmati Pepuisi Syahriar Tato tentang Salju dalam Dua Bahasa

Klikhijau.com – Dalam buku antologi puisi “kota kekasih” Syahriar Tato menulis  48  puisi. Semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan dimuat dibuku yang sama, jadi jumlahnya menjadi 96 puisi....

Oleh Tim Redaksi 07 Nov 2021 07:15 3 menit baca
Klikhijau.com – Dalam buku antologi puisi “kota kekasih” Syahriar Tato menulis  48  puisi. Semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan dimuat dibuku yang sama, jadi jumlahnya menjadi 96 puisi. Isinya merekam perjalan seorang Syariar  ketika menjelajah ke bebagai negara di dunia. Di antara 48 puisi itu, banyak memotret perihal alam di negara yang dikunjungi. Namun, ketika berada di Turki, Syahriar banyak menulis tentang Turki. Puisi-puisi tentang turki itu, terdapat 3 puisi yang menggunakan banyak diksi salju. Sepertinya ketika penulis berada di Turki, salju sedang turun. Salju merupakan salah satu kejadian alam yang banyak menginspirasi para sastrawan. Salju berbentu padat air. Ia jatuh ke bumi dari awan atau atmosfer  yang telah membeku menjadi kristal padat dan seperti hujan yang menutupi secara permanen atau sementara, sekitar 23 persen) dari seluruh permukaan bumi, (Wikipedia). [irp] Salju terdiri atas partikel uap air yang kemudian mendingin di udara atas yang jatuh ke bumi sebagai kepingan empuk, putih, dan seperti kristal lembut kepingan salju, pakis seperti kristal es, kelompok dari kesemuanya Perihal buku Kota Kekasih, buku ini berisi puisi yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, sehingga puisi-puisi di dalamnya menjadi dwibahasa atau dua bahasa, yakni Inggris dan Indonesia, berikut  puisinya yang berkisah tentang salju:  

Di Tenga Badai Salju

  Dalam geliat petang Sebongkah bola salju Seperti mutiara jatuh Pecah berhamburan Badai salju yang dingin Daun pintu gemeretak bergetar Pecah dalam dingin Burung-burung camar salju Hidup tanpa sarang Mati tanpa kuburan Bursa-turki, Maret 2005

In The Middle of Snowstrorm

  In stretch of afternoon A snowball Falls like pearl Break and scatter Cool snowstorm The door is trembling and cracking Break and chill Birds of snow gull Live without nest Die without grave Bursa-Turkey, March 2005 [irp]

Turki

  Ketika bayi Matamu bening Seperti kedalaman laut hitam Tak terbatas Ketika belia Dadamu seladang salju Temat cemara salju menukkikan birahi Ketika dewasa Wujudmu karang Bosphorus Dimana laut pecahkan gelombang Ketika renta, Wajahmu malam tanpa gemintang Dimana angin melabuhkan senyap Istanbul, Maret 2005

Turkey

  When a baby You have a bright eye Like the depth and unlimited Of black sea When a youth, Your chest like a snow farm Spot of snow gull swoop the lechery When adult, You excist like a coral reef af Bosphorus Where sea solve the wave When get old Your face looks like night without stars And the wind pull down loneliness Istanbul, March, 2005 [irp]

Setelah Hujan Salju

  Hujan turun Salju pun turun Angi mati arah Gadis-gadis mediteranian Gelas busana warna-warni Di bawah dinginnya sinar mentari Anak-anak Kurdi Berwajah Asia-eropa Memburu bianglala Di tengah padang salju Siapakah yang menoreh Warna pucat pasi di bukit beku sana Adakah seseorang Mati sejarah Di tengah turbulensi kultur mediteranian Bursa-Turki, Maret 2005

After Snow Falls

  Rain falls Snow even also falls Wind loose in direction Mediteranian girls Perform the colour dress Beneath cold of sunshine Kurdis kids In Asia-Europe face Chasing rainbow In the middle of snow field Who painted the pale color On the frost hill over there? Is there any body Dead by history In the middle of Mediteranian culture turbulance Bursa-Turkey, March 2005 [irp]
Topik terkait
#puisi lingkungan #sastra lingkungan #salju #syahriar tato #puisi tentang salju