Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Siang di Hari Kerja

Siang di Hari Kerja   Jelang siang di hari kerja hujan turun seperti iringan batara guru petir bersahutan pekat meraja di mana-mana Di sebuah bukit di seberang jalan raya pohon-pohon c...

Oleh Idris Makkatutu 05 Dec 2021 08:30 2 menit baca

Siang di Hari Kerja

  Jelang siang di hari kerja hujan turun seperti iringan batara guru petir bersahutan pekat meraja di mana-mana Di sebuah bukit di seberang jalan raya pohon-pohon cengkih kuyup dalam kepayahan akar-akarnya tak mampu menahan laju tanah Tanah meluncur—nyaris saja menimbuni irigasi sawah nyaris pula panci tak berisi beras. Di bukit kecil itu, mimpi tentang esok sedang dirajut seperti akar pohon cengkih merajut dirinya dalam tanah yang takluk oleh laju air—meresap ke tanah tanah meluncur ke bawa hujan terus saja menderas laju airnya meraksasa mencipta resah cemas Hujan turun tiada berhenti di hari kerja itu curah beringas lahirkan ringis Mungkin batara guru baru sedang turun ke bumi mencabut semua akar pohon yang kita cemari dengan beragam tingkah Kindang, 4 Des 2021 [irp]

Di Kebun Pak Haji

  Pak haji menebangi pohon kopi di kebunnya beserta pohon penaungnya yang tinggi julang demi pohon cengkihnya yang berumur tujuh tahun harga cengkih selalu saja menindis kejam harga kopi Setelah lelah menebangi pohon kopinya ia istirahat di bawah pohon cengkihnya mengambil botol plastik berisi kopi hitam pekat—tanpa gula ia menuangi gelasnya yang bergambar pepohonan diseruputnya kopi itu dengan sangat hikmat sambil mengisap rokok gudang garamnya Matahari semakin panas jelang siang ia tak bisa keluar dari naungan pohon cengkihnya dibukanya bajunya, keringat mengucur Siang itu, pak haji lebih cepat pulang dari kebun tak seperti ketika pohon kopinya masih bertumbuh menghalang matahari ia akan pulang jelang salat asar siang itu, pak haji menyerah katanya, ia tak tahan dengan terik matahari Kindang, Des 2021 [irp]

Mencuri gerah dari tubuh

  Saya padamkan lampu ketika hendak tidur menutup keran air membuka jendela lebar-lebar memberi leluasa angin curi gerah dari tubuh Saya menyukai gelap ketika tidur dan sapaan angin bukan dari ac atau kipas angin tubuh saya olesi ekstrak bunga lavender nyamuk menjauh-jauh Saya akan bangun subuh sebelum orang-orang berangkat kantor sebelum para pemesan makanan online bangun sebelum kendaraan meraung-raung saya hirup udara sepuas-puasnya Bulukumba, Oktober 2021 [irp]
Topik terkait
#puisi #puisi lingkungan #sastra ekologi #sastra lingkungan #puisi alam