5 Peristiwa Alam yang Hanya Bisa Dijumpai di Musim Hujan

oleh -21 kali dilihat
3 Peristiwa Alam yang Mengiringi Turunnya Manusia Pertama di Bumi
Ilustrasi peristiwa alam-foto/Ist

Klikhijau.com – Hujan selalu pula membawa peristiwa alam yang khas. Khas karena hanya bisa dijumpai saat musim hujan tiba.

Jadi, kedatangan hujan tidak hanya menumbuhkan tetumbuhan, tapi juga membawa peristiwa tertentu. Ada yang terlihat indah, ada pula yang mengerikan, bahkan kadang merenggut nyawa.

Belakangan ini kedatangan musim hujan memang cukup meresahkan. Karena telah mendatangkan berbagai marah bahaya.

Kita tidak bisa tidur nyenyak saat hujan deras tiba, ancaman bahaya bisa datang sewaktu-waktu. Nah berikut ini lima peristiwa yang hanya bisa ditemukan saat musim hujan:

KLIK INI:  Musim Hujan Juga Musim Petaka Bagi Pepohonan
  • Banjir

Banjir merupakan adalah sesuatu yang berair banyak dan keras. Peristiwa alam ini hanya bisa ditemukan saat musim hujan. Saat kemarau rasanya akan mustahil kita menemukan adanya banjir.

Banjir pun beragam jenis, ada banjir bandang ada pula banjir kiriman. Semua jenis banjir akan melahirkan keresahan dan ketakutan.

Apalagi jika itu banjir bandang, telah terbukti banjir jenis ini telah banyak merenggut korban jiwa dan menghancurkan harta benda daerah yang dikunjunginya.

  • Genangan

Banyak di antara kita yang tidak bisa membedakan banjir dan genangan. Biasanya ketika terjadi genangan kita akan menyebutnya itu adalah banjir. Padahal jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kedua kejadian itu berbeda.

Banjir adalah berair banyak dan keras, kadang-kadang meluap (tentang kali dan sebagainya), air yang banyak dan mengalir desar; air bah, peristiwa terbenamnya daratan—yang biasanya kering. Itu disebabkan volume air yang meningkat.

Sedangkan genangan adalah tempat atau daerah yang berair dan hasil dari menggenangi. Jika dilihat arti genangan dari KBBI, maka sesungguhnya genangan ini tidak selamanya hanya bisa ditemukan di musim hujan.

Namun, saat musim hujan akan lebih banyak genangan yang kita temukan,  termasuk di kota-kota besar— yang sulit ditemukan di musim kemarau.

KLIK INI:  Olimpiade Tokyo dan Alasan Menobatkannya sebagai Olimpiade Ramah Lingkungan
  • Longsor

Nyaris tidak ada longsor yang terjadi di musim kemarau, kecuali jika ada peristiwa yang dahsyat, semisal gempa bumi atau ledakan.

Iya, peristiwa alam itu hanya kerap ditemukan di musim hujan. Semakin hujan menderas, maka peluang terjadinya longsor juga semakin besar.

Longsor, sama dengan banjir kedatangannya melahirkan keresahan dan ketakutan karena bisa merampas harta benda, bahkan nyawa.

Longsor merupakan peristiwa geologi karena adanya  perpindahan material pembentuk lereng yang berupa batuan, tanah, bahan rombakan, atau material campuran tersebut. Material ini bergerak ke bawah atau  keluar dari lereng.

Tanah longsor terjadi karena  air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah bobot tanah. Apabila air  menembus sampai tanah kedap air. Maka ia akan berperan sebagai bidang gelincir, itu menyebabkan tanah menjadi licin, sehingga tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng (bpbd.jogjaprov.go.id)

Secara umum faktor penyebab longsor ada dua, yaitu faktor pendorong dan pemicu. Faktor pendorong merupakan faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri. Sedangkan faktor pemicu yakni faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.

  • Petir

Gejala alam yang bernama petir atau halilintar  biasanya muncul pada musim hujan. Ketika terjadi kila di langit, biasanya  saat  akan disusul oleh suara menggelegar yang disebut guruh.

Petir adalah salah satu gejala alam. Ia biasa dianalogikan dengan sebuah kondensator raksasa. Ketika petir “meledak” ia akan memicu rasa gentar.

Peristiwa alam ini hanya bisa ditemukan di musim hujan. Petir sangat berbahaya, ia juga bisa merusak peralatan rumah tangga, khususnya alat elektronik, selain itu petir juga telah merampas banyak nyawa manusia.

KLIK INI:  Membuang Sampah Saat Berkendara, Kebiasaan Buruk yang Terus Terulang

Adanya  perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lain yang menyebabkan terjadinya petir.

Terjadinya proses muatan pada awan yang bergerak terus menerus secara teratur. Selama pergerakan itu akan berinteraksi dengan awan lainnya. Itulah yang menyebabkan adanya   muatan negatif yang akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), dan muatan positif akan berkumpul pada sisi sebaliknya. (Wikipedia)

  • Pelangi

Refleksi, refraksi, dan difraksi cahaya dalam tetesan air akan menghasilkan spektrum cahaya di muncul di langit. Kejadian inilah yang akan melahirkan pelangi.

Pelangi merupakan fenomena meteorologi. Bentuknya secara umum berbentuk busur melingkar dengan beragam warna (warna warni). Ia disebabkan oleh sinar matahari selalu muncul di bagian langit yang berhadapan langsung dengan matahari.

Pelangi ini akan semakin sering terlihat saat musim hujan, biasanya muncul sesaat setelah hujan reda dan hanya menyisakan gerimis.

Itulah peristiwa yang sering terjadi di musim hujan. Tetaplah waspada, karena di antara kejadian alam di atas, hanya pelangi yang tidak menyebabkan keresahan dan ketakutan.

KLIK INI:  Daftar Lengkap Kota Penerima Penghargaan Lingkungan dari ASEAN