Saat Jokowi Menanam Mangrove, Herianto Terkantuk-kantuk di Luppung

Klikhijau.com – Herianto dan Joko Widodo (Jokowi) tidak saling kenal. Hubungan keduanya hanya antara presiden dan rakyat. Dan Herianto ada dalam posisi sebagai rakyat. Hal lain yang menghubungkan k...

Saat Jokowi Menanam Mangrove, Herianto Terkantuk-kantuk di Luppung
Bacakan Artikel

[irp]

Memberi ketenangan warga

Bukan hanya Herianto yang merasa tenang dan senang mendapat pekerjaan di kampung sendiri. Tapi, juga warga merasa tenang karena abrasi pantai tidak meluas.

“Seandainya tidak ada mangrove ini, mungkin laut sudah sampai di sana,” kata Herianto sambil menunjuk salah satu empang. Jarak empang itu sekitar 100 meter dari tempat ia duduk.

Apa yang dikatakan Herianto juga diakui Alimuddin (60) tahun. Lelaki yang akan berburu kerang itu bahkan mengungkapkan hal yang lebih “mengerikan” daripada yang dikatakan Herianto.

“Jika tidak ada ini bako, mungkin air laut sudah sampai ke rumah penduduk. Apalagi di bulan Januari saat ombak tinggi,” ungkap Alimuddin.

Keberadaan mangrove Luppung, meski dari segi pariwisata  masih luput dari pengunjung yang banyak,  tapi dari segi manfaat secara ekologi telah dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Apalagi daerah di sekitar mangrove Luppung memiliki udara yang  panas. Maka jika siang hari hutan mangrove adalah pilihan yang tepat untuk berteduh, seperti yang dilakukan Alimuddin. Ia berbaring santai di sebuah rumah-rumah yang dibangun di lokasi tersebut.

Mangrove Luppung juga menjadi tempat yang nyaman bagi satwa. Sangat banyak burung-burung yang menjadikan mangrove Luppung sebagai rumah, tempat meneruskan generasinya.

Masih minim fasilitas

Fasilitas  di Kawasan Wisata Mangrove Luppung memang masih perlu dibenahi dan ditambah. Jalan masuknya masih pengerasan yang membuat debu beterbangan jika dilewati.

Fasilitas kuliner atau barang-barang yang butuhkan pengunjung, semisal cemilan atau minuman juga belum tersedia.

“Fasilitas masih kurang, jika ada pengunjung biasanya keluar beli makanan baru kembali lagi,” beber Herianto.

Keluar yang dimaksud adalah keluar ke jalan raya untuk mencari cemilan, air minum dan semacamnya. Padahal jaraknya lumayan jauh.

Belum lagi sebelum masuk ke gerbang Kawasan Hutan Mangrove Luppung, drainase yang baru dikerja belum disemen bagian atasnya. Jalannya dibuat seadanya dari tumpukan batang kelapa yang dijadikan jembatan penghubung.

Di jalan masuk  setelah melewati beberapa rumah terdapat empang  di kiri kanan jalan. Ruas jalannya sempit, mobil akan kesulitan jika berpapasan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: