Puncak Tinambung: Kisah Kemanusiaan dan Gotong Royong di Jantung Gowa

Klikhijau.com - Puncak Tinambung, Desa Bissoloro, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Nama ini mungkin belum setenar destinasi wisata lain, namun pada 28-29 Juni 2025 lalu, suasana sejuk di puncakny...

Puncak Tinambung: Kisah Kemanusiaan dan Gotong Royong di Jantung Gowa
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Puncak Tinambung, Desa Bissoloro, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Nama ini mungkin belum setenar destinasi wisata lain, namun pada 28-29 Juni 2025 lalu, suasana sejuk di puncaknya menjadi saksi bisu sebuah inisiatif mulia yang menancapkan asa di benak masyarakat pelosok.

Potret pedesaan yang kaya akan potensi alam sekaligus menyimpan segudang tantangan lingkungan. Lokasinya yang strategis, tak jauh dari gugusan pegunungan, membekali desa ini dengan anugerah alam yang melimpah, namun juga menuntut kearifan dalam pengelolaannya.

Bukan sekadar destinasi kunjungan liburan, Puncak Tinambung kali ini menjadi medan bakti bagi Relawan Gesit yang berkolaborasi apik dengan Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (MAHTAN) dan Puskesmas Sapaya. SD Negeri Bissoloro, sebuah institusi pendidikan di tengah desa, bertransformasi menjadi "Volunteer Camp" yang tak hanya menyemai kesehatan melalui program sirkumsisi (sunat) massal gratis, tetapi juga menumbuhkan tunas-tunas kemandirian lewat pelatihan relawan kesehatan bagi warga lokal.

Misi Kemanusiaan Menembus Pelosok Desa: Membawa Asa ke Bissoloro

Inisiatif ini adalah perwujudan nyata dari kepedulian yang mendalam terhadap peningkatan akses layanan kesehatan di daerah pedesaan. Sejak mentari belum sepenuhnya menyapa, hiruk-pikuk persiapan telah dimulai.

Para relawan, dipimpin oleh Ishak (Ketua Relawan Gesit Makassar), Afriyani Kamaluddin (Ketua Panitia Sirkumsisi), dan Reski Ade Putra Bialangi (Tim Media MAHTAN), sibuk memastikan setiap detail terpenuhi. Dari pemasangan tenda, penataan logistik, hingga sterilisasi peralatan medis, semua dilakukan dengan penuh dedikasi.

"Kami bersyukur dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat Desa Bissoloro. Semangat gotong royong di sini sungguh luar biasa," tutur Ishak, dengan senyum merekah yang memancarkan kelegaan. Kalimatnya bukan isapan jempol belaka. Suasana Puncak Tinambung yang adem justru menghangatkan semangat kebersamaan.

Tim medis yang solid, terdiri dari dokter spesialis, perawat, dan tenaga kesehatan berpengalaman, dengan sigap mensterilkan setiap peralatan dan menyulap ruang kelas SD menjadi ruang operasi darurat yang layak.

Sementara itu, Muh. Nur Hidayat A & Zul Hadriyansa (Anggota Tim Program Relawan Gesit Makassar) yang tergabung dalam tim logistik, memastikan ketersediaan obat-obatan esensial dan perlengkapan medis lainnya, menjamin kelancaran setiap tindakan medis yang akan dilakukan.

Antusiasme warga Desa Bissoloro terhadap program ini sangat tinggi. Sebanyak 25 anak laki-laki berusia 7 hingga 13 tahun telah terdaftar untuk mengikuti program sirkumsisi gratis ini. Angka ini mencerminkan kebutuhan yang besar dan betapa berharganya kesempatan yang ditawarkan oleh para relawan.

"Ini adalah berkah bagi kami. Selama ini kami harus menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan biaya besar untuk layanan kesehatan seperti ini. Kehadiran para relawan benar-benar membantu kami," ungkap Hj. Sayang, salah satu tokoh masyarakat setempat, suaranya sarat akan rasa terima kasih yang mendalam.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2

Apa tanggapan anda mengenai berita ini

like 0
Like
dislike 0
Dislike
love 0
Love
funny 0
Funny
angry 0
Angry
sad 0
Sad
wow 0
Wow