Pesta Rakyat Pesisir Jeneponto, Perempuan Pesisir Berjuang Selamatkan "Emas Hijau"

Klikhijau.com - Bawah permukaan laut Jeneponto, Sulawesi Selatan, bukan lagi sekadar tempat mencari nafkah, melainkan sebuah medan pertempuran senyap antara kehidupan dan ancaman kimiawi. Di sini,...

Pesta Rakyat Pesisir Jeneponto, Perempuan Pesisir Berjuang Selamatkan "Emas Hijau"
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Bawah permukaan laut Jeneponto, Sulawesi Selatan, bukan lagi sekadar tempat mencari nafkah, melainkan sebuah medan pertempuran senyap antara kehidupan dan ancaman kimiawi. Di sini, ribuan petani rumput laut menghadapi musuh tak kasat mata: amoniak dan klorin.

Senyawa-senyawa beracun ini, yang dilepaskan dari aktivitas tambak udang skala besar, telah merusak ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan mereka. Batang-batang rumput laut yang seharusnya tumbuh subur untuk dipanen, kini berguguran sia-sia, mati sebelum waktunya.

Krisis yang Tak Terlihat: Molekul Racun di Laut


Dampak senyawa kimia ini terhadap rumput laut bukan sekadar dugaan. Studi menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi amonia, bahkan pada level rendah, dapat menghambat pertumbuhan dan fotosintesis alga, termasuk rumput laut. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Hasanuddin di wilayah pesisir Sulawesi Selatan, termasuk Jeneponto, menemukan adanya korelasi kuat antara peningkatan aktivitas tambak dan penurunan hasil panen rumput laut.

Amonia () dari limbah pakan dan kotoran udang dapat terakumulasi di perairan, menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai eutrofikasi, peningkatan nutrisi yang berlebihan. Meskipun nutrisi pada awalnya bisa merangsang pertumbuhan alga, konsentrasi yang terlalu tinggi malah menjadi racun.

Ditambah lagi, penggunaan klorin () sebagai desinfektan di tambak dapat membentuk senyawa-senyawa yang sangat toksik, membahayakan seluruh rantai makanan di ekosistem laut, dari mikroba hingga ikan.

Perlawanan Budaya: Pesta Rakyat Pesisir


Krisis ekologis ini telah memicu krisis kemanusiaan. Ribuan keluarga yang hidupnya bergantung sepenuhnya pada rumput laut terancam kehilangan mata pencaharian. Namun, di tengah keputusasaan ini, muncullah sebuah bentuk perlawanan yang unik dan penuh makna: Pesta Rakyat Pesisir Jeneponto.

Ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah pernyataan. Melalui festival ini, para petani, nelayan, dan komunitas adat bersatu untuk menyuarakan protes mereka secara damai. Mereka menggunakan kebudayaan dan tradisi sebagai senjata untuk menarik perhatian publik dan pemerintah terhadap bencana ekologis yang sedang terjadi.

Festival ini menjadi panggung untuk kampanye kesadaran, di mana mereka memamerkan kekayaan laut yang sedang terancam dan mendesak regulasi yang lebih ketat terhadap industri tambak udang.

Pesta Rakyat Pesisir adalah bukti bahwa perlawanan tidak selalu harus diwarnai kekerasan. Di Jeneponto, perjuangan untuk keberlangsungan hidup dan kelestarian alam justru dirayakan melalui seni, musik, dan tradisi, membawa pesan kuat bahwa kesehatan laut adalah kunci bagi masa depan manusia.


Pada 13-14 September 2025, pesisir Jeneponto tidak hanya akan diwarnai oleh biru laut dan hijau rumput laut, tetapi juga oleh semangat perlawanan dan solidaritas. Acara yang digagas oleh Komunitas Perempuan Nelayan Sipitanggari (KPNS), Bina Desa, dan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) ini bukanlah sekadar festival, melainkan sebuah kampanye advokasi partisipatif untuk merebut kembali masa depan laut mereka.

Emas Hijau yang Terancam Ambisi Ekonomi Biru


Jeneponto, khususnya pesisir Kecamatan Arungkeke, telah lama dikenal sebagai salah satu lumbung rumput laut di Sulawesi Selatan. Bagi masyarakat di sana, terutama kaum perempuan, rumput laut adalah segalanya.

Ia bukan sekadar komoditas, melainkan denyut nadi kehidupan, tatanan sosial, dan warisan budaya. Hampir 90% rumah tangga di pesisir Jeneponto menumpukan hidupnya pada budidaya ini. Para perempuan nelayan mendedikasikan 70% hingga 90% waktu mereka setiap hari untuk siklus rumput laut—mulai dari membibit, menanam, merawat, memanen, hingga memasarkannya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2