Pesta Rakyat Pesisir Jeneponto, Perempuan Pesisir Berjuang Selamatkan "Emas Hijau"

Klikhijau.com - Bawah permukaan laut Jeneponto, Sulawesi Selatan, bukan lagi sekadar tempat mencari nafkah, melainkan sebuah medan pertempuran senyap antara kehidupan dan ancaman kimiawi. Di sini,...

Pesta Rakyat Pesisir Jeneponto, Perempuan Pesisir Berjuang Selamatkan "Emas Hijau"
Bacakan Artikel

Namun, surga rumput laut ini terusik oleh ambisi pemerintah dalam mengejar pertumbuhan ekonomi melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berpayung pada konsep Ekonomi Biru. Udang, sebagai komoditas ekspor utama dengan nilai mencapai USD 1,68 miliar, menjadi primadona.

Akibatnya, investasi besar-besaran untuk tambak udang modern dibuka seluas-luasnya, mengubah wajah pesisir. Di Kecamatan Arungkeke saja, dua perusahaan tambak udang skala besar, PT Sinar Sukses Persada dan CV Harjo Anugerah Sejahtera, telah beroperasi lebih dari tiga tahun.

Ironisnya, konsep Ekonomi Biru yang sejatinya bertujuan menyejahterakan masyarakat pesisir, justru diterjemahkan sebaliknya. Kebijakan yang lahir dari PSN ini malah berdampak pada menurunnya pendapatan dan kualitas hidup masyarakat. Limbah beracun dari tambak udang dituding menjadi penyebab utama gagal panen rumput laut yang beruntun. Ekosistem pesisir yang tercemar membuat ikan-ikan kecil dan kerang menghilang, menggerus sumber pangan keluarga.

Dampaknya paling telak dirasakan oleh perempuan. Ketika panen gagal, pendapatan keluarga anjlok dan utang menumpuk. Para lelaki terpaksa bermigrasi ke luar desa untuk mencari pekerjaan. Perempuan pun ditinggalkan untuk menanggung beban ganda: sebagai pengelola pangan, pengurus rumah tangga, pencari nafkah darurat, dan tak jarang sebagai kepala keluarga.

Mereka kehilangan peran penting sebagai pemilik alat produksi dan penopang ekonomi keluarga, terperangkap dalam kerentanan dan konflik sosial antara warga yang pro dan kontra terhadap perusahaan. Suara dan kepentingan mereka pun tak pernah diberi ruang.

Pesta Sebagai Arena Perjuangan


Menjawab keterbungkaman dan ketidakadilan inilah, Pesta Rakyat Pesisir Jeneponto dirancang. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran publik tentang ancaman pencemaran limbah industri, memperkuat solidaritas antarwarga pesisir, serta mendokumentasikan perjuangan mereka untuk memengaruhi kebijakan publik di masa depan.

Acara ini akan menggunakan pendekatan multidimensional yang memadukan edukasi, budaya, dan aksi langsung. Zona-zona khusus akan didirikan di Desa Arungkeke: zona edukasi dengan poster-poster yang menggambarkan perjuangan perempuan nelayan; zona kuliner untuk festival pangan lokal; serta zona diskusi untuk "Bincang Pesisiran".

Rangkaian acara selama dua hari dirancang untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Akan ada "Kemah Pemuda Pesisir" untuk memperkuat jaringan anak muda, serta lomba mewarnai dan melukis untuk anak-anak dengan tema perlindungan sumber daya alam. Sesi diskusi akan menghadirkan para ahli dari WALHI Sulsel dan akademisi Universitas Hasanuddin untuk membahas hak-hak rakyat atas sumber agraria pesisir dan dampak Ekonomi Biru.

Salah satu momen kunci adalah pemutaran film dokumenter "Perjuangan Perempuan Nelayan Jeneponto", yang akan memberikan panggung bagi suara-suara yang selama ini terpinggirkan. Malam harinya, "Panggung Apresiasi Rakyat Pesisir" akan diisi dengan pentas seni budaya dan dongeng cerita rakyat di bawah temaram api unggun, sebuah penegasan identitas budaya pesisir.

Puncak dari perhelatan ini adalah "Parade Perahu Rakyat Pesisir Jeneponto" pada hari Minggu. Ini adalah momen di mana protes dan harapan berlayar bersama. Di darat, orasi dari perwakilan KPNS, masyarakat, pemuda, hingga NGO akan membakar semangat. Di laut, para nelayan akan melakukan ritual budaya

caru, sebuah upacara penghanyutan sumber pangan sebagai simbol doa untuk kelestarian laut Jeneponto. Spanduk raksasa berisi petisi dan tanda tangan warga akan dibentangkan di atas perahu, menjadi pernyataan visual tuntutan mereka.

Acara akan ditutup dengan pembacaan tuntutan rakyat pesisir dan pemotongan tumpeng rumput laut, sebuah simbolisasi harapan akan kembalinya kemakmuran dari "emas hijau" mereka. Pesta Rakyat Pesisir Jeneponto adalah bukti bahwa perjuangan untuk keadilan bisa lahir dari mana saja, bahkan dari sebuah festival. Ini adalah cara masyarakat pesisir mengatakan: laut adalah hidup kami, dan kami tidak akan tinggal diam saat ia diracuni.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2