Pesta Rakyat Pesisir di Jeneponto, Seruan Solidaritas dari DMT untuk Selamatkan Laut Sulsel

Klikhijau.com - Laut sebagai nadi kehidupan, sumber penghidupan, dan warisan yang tak ternilai. Namun, di banyak wilayah pesisir Sulawesi Selatan, nadi itu terancam oleh berbagai bentuk pencemaran, sa...

Pesta Rakyat Pesisir di Jeneponto, Seruan Solidaritas dari DMT untuk Selamatkan Laut Sulsel
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Laut sebagai nadi kehidupan, sumber penghidupan, dan warisan yang tak ternilai. Namun, di banyak wilayah pesisir Sulawesi Selatan, nadi itu terancam oleh berbagai bentuk pencemaran, salah satunya limbah tambak udang.

Menyikapi kondisi ini, ratusan masyarakat pesisir, nelayan, pembudidaya rumput laut, dan berbagai organisasi lingkungan akan bersatu dalam sebuah gerakan kolektif bernama Pesta Rakyat Pesisir Jeneponto 2025.

Acara yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu hingga Minggu, 13-14 September 2025, ini berlokasi di Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto.

Pesta Rakyat Pesisir ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah momentum krusial untuk membangun kesadaran, menggalang solidaritas, dan meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan laut.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah menyuarakan perjuangan masyarakat pesisir yang hidupnya terdampak langsung, atau berpotensi terdampak, oleh limbah tambak udang. Limbah ini, yang seringkali mencemari perairan, tidak hanya merusak ekosistem seperti terumbu karang dan padang lamun, tetapi juga secara langsung mengancam mata pencaharian nelayan tradisional yang bergantung pada sumber daya laut yang sehat.

Solidaritas DMT untuk Perjuangan


Salah satu organisasi yang memastikan kehadirannya dalam acara ini adalah Dana Mitra Tani (DMT) Kabupaten Bulukumba. Kehadiran DMT tidak lepas dari visi dan misi mereka sebagai organisasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, turut bersolidaritas untuk perjuangan menjaga pesisir.

Sebagaimana namanya, DMT lahir dari semangat untuk mendampingi dan memberdayakan para petani, khususnya di wilayah Bulukumba, namun dengan cakupan isu yang meluas hingga ke pelestarian lingkungan.

Di bawah kepemimpinan Sri Puswandi, DMT telah menunjukkan komitmen kuatnya dalam berbagai program. Salah satu contoh nyata adalah program pendampingan untuk para petani aren (gula merah) di DAS (Daerah Aliran Sungai) Balangtieng.

Program ini bukan hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi dan manajemen usaha, tetapi juga terintegrasi dengan upaya pemulihan dan perlindungan ekosistem DAS Balangtieng.

Melalui berbagai giat, seperti pendidikan koperasi dan penguatan kelembagaan, para petani tidak hanya belajar mengelola usaha mereka dengan lebih baik, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan tempat mereka hidup.

Visi inilah yang mendasari kehadiran DMT di Pesta Rakyat Pesisir Jeneponto. Mereka melihat perjuangan masyarakat pesisir di Jeneponto, terutama perempuan nelayan, sebagai perjuangan yang sama dengan petani di Bulukumba.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2