Peran Pemuda Sadar Lingkungan untuk Indonesia Hijau

Klikhijau.com - Bumi kian dilanda musibah yang datang secara rutin setiap tahunnya. Musibah yang mewujud dalam bentuk bencana ekologis ini telah merubah wajah dan kestabilan bumi. Namun, hal ini bu...

Peran Pemuda Sadar Lingkungan untuk Indonesia Hijau
Bacakan Artikel

Kita tentu menjadi saksi dari banyaknya pembukaan kawasan hutan, aktivitas eksplorasi tambang disertai pemanfaatan energi fosil yang tak ramah lingkungan serta limbah hasil produksi industri yang meracuni lingkungan serta manusia yang hidup di sekitar wilayah tersebut.

Hal ini juga diperparah dengan kebijakan ekonomi-politik pemerintah yang kian menguntungkan pelaku ekonomi besar. Mudahnya perizinan untuk tambang dan pembukaan lahan serta banyaknya aktor politik yang selalu berjaya kala projek pembangunan tiba, menjadi ancaman bagi mahluk hidup untuk waktu mendatang.

[irp]

Pemuda sebagai agen perubahan

[caption id="attachment_20301" align="alignnone" width="446"]pemuda hijau Aksi anak muda menyoal isu ekologis - Foto/Radhif[/caption]

Keserakahan manusia telah menjadi penyebab dari kerusakan ekologis bumi. Gagalnya manusia mendudukan dirinya sebagai bagian dari alam serta mahluk yang telah diberi amanah oleh Tuhan menjadi cikal bakal kerusakan ini.

Untuk itu, Indonesia serta bumi membutuhkan pembaharuan generasi diserta pemikiran yang sehat bagi bumi. Ini menjadi PR bagi generasi muda yang kelak akan memimpin bangsa ini beberapa tahun mendatang.

Di banyak negara, khususnya Eropa, telah menggeliat gelombang pergerakan pemuda yang senantiasa menghimbau pengambil keputusan di negara mereka untuk lebih memperhatikan kondisi bumi.

Kita tentu tak asing lagi dengan nama-nama Greta Thunberg atau Vandana Shiva, kedua perempuan yang telah memperjuangkan gerakan peletarian ekologis sejak usia mudanya. Kedua tokoh ini menjadi cerminan bagaimana seharusnya pemuda bergerak dengan melakukan perjuangan untuk kehidupan yang lebih baik.

Harapan kini berada di pundak Generasi Milenial sebagai generasi yang ramah teknologi dan informasi. Generasi muda seharusnya memiliki kepekaan sosial yang lebih tinggi daripada pendahulunya. Tak ingin bermaksud superior, hanya saja secara psikis pemuda cenderung lebih sadar akan dampak yang dirasakan mereka beberapa waktu mendatang,

[irp]

Anthony Giddens (2000) dalam bukunya Jalan Ketiga memaparkan hasil riset lembaga internasional yang melihat telah terjadi fenomena indiviidualisme baru dikalangan generasi muda yang membentuk karakter peduli terhadap hal-hal disekitar mereka.

Hasil riset menunjukkan bahwa generasi muda hari ini memiliki kepedulian moral dan kepekaan sosial yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Kepedulian ini merupakan dampak langsung dari globalisasi yang menghubungkan kejadian-kejadian yang terjadi di berbagai tempat disertai dengan perasaan kepemilikan tanggung jawab yang sama.

Karena itu, pemuda sebijaknya mengambil sikap untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk berpartisipasi dalam gerakan peduli lingkungan.

Salah satunya dengan mengorganisasikan diri kedalam kelompok atau komunitas pemerhati lingkungan dengan melakukan pengawalan kebijakan pemerintah dan dampak dari kehidupan masyarakat sekitar. Di beberapa wilayah, kita tentu mengetahui banyaknya NGO atau organisasi pemuda yang mengangkat isu lingkungan sebagai spirit gerakan mereka.

Kelompok ini mempercayai bahwa gerakan perubahan tejadi dengan memadukan kekuatan masyarakat bersama pemuda untuk sama-sama menetapkan visi perubahan tersebut. Selain itu, kemudahan teknologi juga menciptakan gerakan individualisme melalui media daring.

Hal ini dapat dilihat dari kampanye virtual terhadap suatu permasalahan. Kampanye virtual dilakukan dengan banyak cara, seperti menyebarkan gambar pamlet peduli lingkungan, membuat tulisan ke publik, mem-trandingkan hastag ataupun dengan menandatangani petisi daring.

[irp]

Selain itu, metode lain yang bisa dilakukan adalah menciptakan budaya tandiing dari gaya hidup yang kurang ramah lingkungan. Gerakan kelestarian lingkungan dalam keseharian dapat dilakukan dengan mulai menggunakan produk yang lebih sehat secara ekologis.

Beberapa produk yang dianggap kurang ramah lingkungan seperti penggunaan plastik bisa ditaktisi dengan mulai memanfaatkan bahan lain yang lebih ramah diurai alam.

Bisa juga dengan membatasi penggunaan produk baru sesuai kebutuhan sehari-hari. Seperti persoalan makanan ataupun pakaian yang dikonsumsi sesuai kebutuhan kita saja,

Ketiga analisa gerakan diatas akan lebih baik jika mampu dilakukan secara bersama-sama. Terlebih jika digerakkan dalam bentuk organisasi atau komunitas yang nantinya akan berkembang pesat sehingga dapat menjangkau kelompok masyarakat lain.

Kesadaran menjadi poin penting dari gerakan pembaharu lingkungan ini. Bukan hanya kesadaran kritis, namun seperti yang diamanahkan Paulo Freire, harus sampai pada kesadaran transformatif, yaitu berani melakukan perubahan dengan tindakan dan aplikasi.

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2