Penyuluh, Petani, dan Fusarium: Pertarungan untuk Jahe Barugae

Klikhijau.com - Hari itu, Rabu (2/7/2025), langit Maros cerah membahana. Awal Juli yang syahdu. Awal Juli yang seharusnya telah membara dengan kemarau namun Ilahi masih menganugerahi hujan sebagai ber...

Penyuluh, Petani, dan Fusarium: Pertarungan untuk Jahe Barugae
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Hari itu, Rabu (2/7/2025), langit Maros cerah membahana. Awal Juli yang syahdu. Awal Juli yang seharusnya telah membara dengan kemarau namun Ilahi masih menganugerahi hujan sebagai berkahnya.

Hari itu, tiga Penyuluh Kehutanan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung melakukan monitoring pemberdayaan masyarakat di Desa Barugae, Mallawa, Maros, Sulawesi Selatan. Menggali pedalaman kelompok binaan mereka.

Bersilaturahmi dengan kelompok binaan mereka. Kelompok satu-satunya di desa itu: Kelompok Wanita Tani Hutan (KWTH) Semangat Baruga.

Begitulah mereka bekerja, berinteraksi dengan warga yang umumnya berada di tepian hutan taman nasional. Melakukan pendekatan untuk memahami penghidupan warga binaannya. Menggali potensi dan memikirkan peluang untuk mendongkrak penghasilan mereka.

Pada akhirnya jika telah menemukan potensi yang layak dikembangkan maka mereka pun akan bekerjasama mengolahnya. Mengolah bahan baku menjadi suatu produk, mengemas hingga memasarkannya.

Penyuluh kehutanan ini sejati adalah partner masyarakat yang mereka dampingi. Wargalah pelaku utamanya. Jikapun tak ada penyuluh yang menjadi pendamping, seharusnya mereka juga dapat berjalan sendiri.

Hanya saja pada banyak kasus, masyarakat memiliki keterbatasan dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki. Di sinilah peran seorang pendamping, salah satunya dari penyuluh kehutanan.

Semangat Baruga adalah kelompok binaan taman nasional yang berfokus mengolah jahe menjadi suatu produk. Produk layak konsumsi bagi khalayak luas.

Produk andalan mereka adalah jahe instan. Produknya berupa ekstrak jahe yang mereka pasarkan dalam bentuk kemasan. Kemasannya pun mereka buat semenarik mungkin.

Kelompok ini telah terbentuk sejak tahun 2019. Binaan Resor Mallawa ini bahkan pernah menyabet juara terbaik pertama pada puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional di Kupang tahun 2021, untuk kategori Desa Binaan Konservasi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2