Memiliki Pesona Memukau, Anggrek Tanah Ungu Tak Banyak Dilirik

Klikhijau.com - Jika kamu berkunjung ke Desa Kindang atau Kahayya di Bulukumba. Kamu akan menemukan tanaman yang indah menghiasi pinggir jalan. Tumbuh liar saja. Warna bunganya. Ungu. Namanya anggrek...

Memiliki Pesona Memukau, Anggrek Tanah Ungu Tak Banyak Dilirik
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Jika kamu berkunjung ke Desa Kindang atau Kahayya di Bulukumba. Kamu akan menemukan tanaman yang indah menghiasi pinggir jalan. Tumbuh liar saja. Warna bunganya. Ungu. Namanya anggrek tanah ungu.

Karena memiliki bunga yang indah. Berwarna ungu. Banyak yang kemudian menanamnya sebagai tanaman hias. Menghiasi halaman rumah. Apalagi tumbuhan ini dapat ditanam di pot, menjadi bunga potong, ataupun sebagai border.

Tumbuhan berdaun hijau segar dan panjang ini.  Menyandang nama ilmiah. Spathoglottis plicata. Sedangkan nama lokalnya. Latto-latto. Namanya memang mirip dengan jenis permainan yang pernah viral, latto-latto.

Nama lain yang disandangnya adalah anggrek tanah Filipina, congkok di Jawa, di Maluku bernama duan tana, di Manado namanya bulu hutan, sedangkan di Halmahera namanya Lalagu.

[irp]

Tumbuhan ini merupakan salah satu tumbuhan dari famili Orchidaceae.  Ia memiliki morfologi yang hampir sama dengan tanaman anggrek Dendrobium. Hanya yang membedakan, keduanya  membutuhkan lingkungan yang berbeda untuk hidup.

Dendrobium membutuhkan naungan untuk tumbuh. Sedangkan anggrek tanah adalah jenis tanaman terestrial yang membutuhkan cahaya matahari penuh

Tumbuhan ini memiliki umbi semu di bawah permukaan tanah yang dilapisi oleh sarung daun berjumlah 3  hingga 9 helai.

[irp]

Daunnya berwarna hijau tua. Tumbuh pada pangkal umbi semu (Suryowinoto, 1979). Tumbuhan ini tidak hanya  satu warna saja, tapi bervariasi, yaitu ungu tua, ungu muda, merah keunguan, pink, orange, kuning, coklat, putih, dan campuran.

Namun, yang banyak tumbuh liar di Desa Kindang dan Kahayya adalah yang berwarna ungu. Tumbuhan ini nyaris tidak dilirik. Hanya sebagian kecil saja yang menanamnya sebagai tanaman hias.

Ia memiliki bunga, yang jika mekar tidak serempak dalam satu rangkaian bunga. Setelah 2 hingga 3 hari bunga layu. Bunganya akan digantikan oleh bunga yang lain secara berurutan

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2