Mangrove sebagai Pelindung Alami Garis Pantai

Klikhijau.com - Perubahan garis pantai terjadi karena adanya tekanan dari lautan dan daratan. Garis pantai berubah karena adanya pengikisan atau abrasi, dan adanya sedimentasi. Abrasi mengurangi masa...

Mangrove sebagai Pelindung Alami Garis Pantai
Bacakan Artikel
Abdul Motalib Angkotasan

Akademisi, peneliti, dan dosen Ilmu Kelautan di Universitas Khairun (Unkhair), Ternate, Maluku Utara

Klikhijau.com - Perubahan garis pantai terjadi karena adanya tekanan dari lautan dan daratan. Garis pantai berubah karena adanya pengikisan atau abrasi, dan adanya sedimentasi. Abrasi mengurangi masa daratan sedangkan sedimentasi berpotensi menambah masa daratan ke arah laut.

Tumpukan sedemina dapat menciptakan pendangkalan, dalam jangka waktu yang lama akan muncul sebagai masa daratan. Untungnya, ada ekosistem terumbu karang, ekosistem lamun dan ekosistem mangrove yang menjadi pemecah gelombang alami (nature break wave).

Energi gelombang yang bergerak dari laut lepas menuju pantai mampu diredam secara perlahan, sehingga tidak membahayakan kerusakan wilayah pesisir.

Ekosistem utama wilayah pesisir dan laut terdiri dari ekosistem terumbu karang, ekosistem lamun dan ekosistem mangrove (bakau). Ketiga eksositem ini saling terkait satu sama lain, memiliki konektvitas buat membangun ekosistem wilayah pesisir dan laut secara bersamaan. Punya fungsi dan peran yang sangat penting ditengah dinamika perubahan iklim.

Sayangnya dewasa ini banyak sekali tekanan yang mengakibatkan kehancuran ekosistem. Pasalnya, kesadaran akan pentingnya peran dan fungsi ketiga ekosistem ini terabaikan dalam berbagai diskursus pengambilan kebijkana. Alhasil, mangrove ditebang untuk alifungsi kawasan industri, pertambakan, reklamasi pantai dan lain-lain. Padahal vegetasi mangrove ini selain sebagai penyedia flasmanutfah, juga sebagai penyerap karbon buat menekan dampak pemanasan global berupa efek gas ruma kaca (GRK).

Vegetasi mangrove merupakan ekosistem hutan di wilayah pesisir. Memiliki berbagai macam jenis, mulai dari Avicenia spp (api-api), Bruguiera spp, Ceriops spp, Soneratio spp, Rhizopora spp, Xilocarpus dan Nypa.

Terdapat 12 spesies bakau dengan bentuk perakaran yang berbeda-beda. Setiap sistem perakran memiliki fungsi yang berbeda, akar nafas (pneomatofora) misalnya berfungsi sebagai suplay oksigen bagi mangrove Bruguiera spp. Avicenia, Soneratia dan Xilocarpus dengan akar cakar ayam sangat efektif sebagai peredam energi gelombang.

Pertanyananya, apa peran dan fungsi vegetasi mangrove di pesisir pantai? Seberapa penting vegetasi mangrove untuk kehidupan manusia?

Fungsi ekologi mangrove

Prof. Dr. Dietriech G Bengen, DEA (2004) dalam bukunya sinopsis ekosistem dan sumberdaya alam pesisir dan laut serta prinsip pengelolaannya menjelaskan bahwa ekosistem mangrove punya empat fungsi utama. Sebagai tempat pemijahan (Spawning ground), tempat pengasuhan dan tumbuh besar (nursery ground), dan tempat mencari makan (feeding ground) bagi beragam biota yang berasosiasi di dalam ekosistem mangrove.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2