Upaya Selamatkan Terumbu Karang Maluku Utara

Klikhijau.com - Provinsi Maluku Utara adalah provinsi kepulauan yang secara geografis terletak di bibir Samudra Pasifik. Memiliki 395 pulau yang eksostis didalamnya terhampar ekosistem pesisir dan lau...

Upaya Selamatkan Terumbu Karang Maluku Utara
Bacakan Artikel
Abdul Motalib Angkotasan

Akademisi, peneliti, dan dosen Ilmu Kelautan di Universitas Khairun (Unkhair), Ternate, Maluku Utara

Klikhijau.com - Provinsi Maluku Utara adalah provinsi kepulauan yang secara geografis terletak di bibir Samudra Pasifik. Memiliki 395 pulau yang eksostis didalamnya terhampar ekosistem pesisir dan laut yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Ekosistem terumbu karang merupakan salah satu diantara ekosistem utama pesisir dan laut yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Berperan sebagai penyedia kebutuhan protein bagi manusia yang bersumber dari kekayaan biota laut. Sebut saja ikan karang, ikan pelagis, cumi, lobster, teripang dan lain-lain.

Akan tetapi dewasa ini, ekosistem terumbu karang belum dianggap sebagai sesuatu potensi sumberdaya daerah yang bernilai ekonomis tinggi dan punya manfaat lebih.

Dengan demikian dalam proses pengambil kebijakan di daerah ini, belum menjadikan ekosistem terumbu karang sebagai potensi unggulan daerah yang perlu diurus dan dikelola buat meningkatkan pendapatan asli daerah.

Padahal, potensi ini dapat menghasilkan banyak manfaat secara ekonomi bagi masyarakat dan daerah jika mau diurus dengan baik.

Alih-alih diurus, ekosistem ini cenderung diabaikan dalam pengambilan kebijakan pembangunan. Sebut saja Pembangunan reklamasi pantai yang merusak ekosistem terumbu karang, kebijakan investasi pertambangan juga punya daya rusak sangat dahsyat terhadap kehidupan terumbu karang.

[irp]

Herannya, semua itu diabaikan atas nama mengejar pertumbuhan ekonomi. Padahal, dalam wacana pembanguna berkelanjutan (sustainability development) pemerintah selalu menggaungkan perlindungan sumberdaya, pelestarian ekosistem pesisir dan  laut. Sayangnya semua itu hanyalah konsep semata dan meninggalkan kehancuran ekosistem, suatu yang jauh panggang dari api.

Jika dicek berdasarkan data lapangan, faktor-faktor yang merusak ekosistem terumbu karang di perairan Maluku Utara diantaranya kegiatan penangkapan ikan dengan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan atau destruktif, misalnya menggunakan bom dan Potassium Sianida.

Pembangunan reklamasi pantai, pengembangan kawasan pertambangan di area pesisir yang mensuplai material dari daratan ke perairan dan membunuh hewan karang sebagai kontributor utama pembangun ekosistem terumbu karang.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2