Perjalanan Menuju Laut

Perjalanan Menuju Laut   aku pernah mengirim pesan padamu. pesan itu kumasukkan ke dalam botol plastik. lalu kuhanyutkan di selokan depan rumah. saat hujan sedang deras-derasnya. pesan itu...

Perjalanan Menuju Laut
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Perjalanan Menuju Laut


 

aku pernah mengirim pesan padamu. pesan itu kumasukkan ke dalam botol plastik. lalu kuhanyutkan di selokan depan rumah. saat hujan sedang deras-derasnya.

pesan itu mungkin berakhir di kepalamu atau terus saja ke laut jadi ikan teri kesukaanmu. aku tak ikuti akhirnya, kata ibu semua perjalanan berakhir di laut sebagai anak kecil.

aku selalu percaya pada ibu, ia tak pernah lihai berbohong kepadaku—kecuali tentang perutnya yang kosong dan pura-pura tidur untuk mengelabuiku agar ikut tidur pula

suatu hari, saat hari pertama memulai kemarau. ibu membeli ikan teri. aku mengingatmu seluruhnya, sepenuh-penuhnya.

ibu menggoreng ikan teri itu, namun tak matang-matang. “serasa menggoreng plastik,” kata ibu

aku ingat pesan yang kukirim padamu, dalam botol plastik itu. mungkin benar telah menjelma ikan teri kesukaanmu.

dan kau tak pernah betul-belut membacanya.

2023

Jadi Hujan di Matamu


 

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2