Perjalanan Menuju Laut

Perjalanan Menuju Laut   aku pernah mengirim pesan padamu. pesan itu kumasukkan ke dalam botol plastik. lalu kuhanyutkan di selokan depan rumah. saat hujan sedang deras-derasnya. pesan itu...

Perjalanan Menuju Laut
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

kemarin kabut turun di lereng gunung
tempat nenek menanak kenangan
mata tuanya berharap hujan segera tiba

hujan tak juga tiba hingga malam
bunga mawar nenek mulai meranggas
disiramnya sekali lagi, sebelum gelap memalut seluruh

pagi ini, hujan turun memecah semua ingatan
nenek membuka jendela
mata tuanya berubah bunga mawar

nenek menatapku
ia tersenyum
hujan mengusir murung dari wajahnya

"hujan itu kehidupan, adalah bunga-bunga," katanya.
"kau mesti jadi hujan!" sarannya

aku mulai bayangkan, tiba di matamu sebagai hujan
tumbuhkan benih mawar yang lama diperam kemarau

2023

Inrallang


 

di bawah rumpun bambu betung. inrallang tumbuh sembunyikan dirinya. meski tak ada lagi yang peduli akannya. sejak sabun tiba di kamar mandi

di pinggir sumur. inrallang pernah meratu
baunya usiri bau tak sedap dari pakaian. inrallang dipuja, dicari, dipelihara penuh kasih

lalu sabun tiba, dengan busa dan bau beragam aroma. inrallang terbantai. ia menyingkir ke tebing
jauh dari jangkauan parang dan pestisida

hidup inrallang adalah kita, diabai saat tak lagi dibutuhkan

ngeri….

2023


Mecemece

tak ada penunjuk waktu sesetia dirimu
leluhur menyandar pada daunmu yang mungil itu
lanjut kerja atau pulang berbalut selimut

saat daunmu berdoa menyembah tuhan. itu tanda sore telah tiba
saat mulai mengatup, sore semakin menua
semakin dekat ke malam

orang-orang akan berjalan pulang ke rumah
tinggalkan ladangnya dijagai malam
jika telat, gelap akan menelannya hidup-hidup

ketika daunmu yang mungil itu mengatup
orang-orang berpuasa mengucap syukur
tanda berbuka hampir tiba

bagi mereka yang muntah darah
daunmu yang mungil itu
jadi tangan syafii

waktu lalu berjalan, berlari dan kau tertinggal di belakang
jam tangan, jam dinding, radio masuk kampung
terlupalah dirimu sebagai penunjuk waktu
terabailah daunmu sebagai penyembuh

mecemece, namamu hanya fasih disebut para tetua
jasamu hanya diingat para tetua yang semakin tipis

kini kau bertumbuh di pinggiran dan terpinggirkan
mecemece, namamu semakin menuju senja

2023

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2