Daeng Rimang dan Aroma Kue Tradisional di Pasar Pangkal EH Makassar

Klikhijau.com –  Mata tuanya berbinar saat saya mendekatinya. Di hadapannya ada dua wadah yang berisi kue tradisional. Perempaun tua itu adalah salah satu penjual di kegiatan Pasar Pangan Lokal (Pangk...

Daeng Rimang dan Aroma Kue Tradisional di Pasar Pangkal EH Makassar
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com –  Mata tuanya berbinar saat saya mendekatinya. Di hadapannya ada dua wadah yang berisi kue tradisional. Perempaun tua itu adalah salah satu penjual di kegiatan Pasar Pangan Lokal (Pangkal)

Kegiatan itu dilaksanakan Komunitas Earth Hour (EH) Makassar bekerja sama dengan Pangan Bijak Nusantara.

Kegiatannya berlangsung di Rumah Hijau Denassa (RHD) Jl Borongtala, Kelurahan Tamallayang, Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Tempat jualan yang ditempati perempuan tua itu paling ujung, dekat dengan rumah panggung yang berdiri artistik di  RHD.

[irp]

Agar nuansa pasar terasa pada kegiatan pasar Pangkal, tempat jualan dibuat berjejer rapi  dari bambu dan beratapkan rumbia. Mirip dengan pasar tradisional yang berada di kampung.

Pada salah tempat jualan itulah, perempuan tua itu—yang bernama Daeng Rimang menjual kue tradisional buatannya.

Memang pada gelaran pasar Pangkal, barang yang dijual atau dipamerkan adalah pangan lokal dan kue tradisonal.

"Pasar pangkal ini hanya pangan lokal yang akan dijajakan. Uang atau alat jual beli yang digunakan di pasar ini pun menggunakan daun lontar yang merupakan salah satu item Makassar," jelas ujar Koordinator EH Makassar Nanda Irma Aulia Desi Pratiwi  .

Daeng Rimang adalah salah satu perempuan yang masih menjaga kue tradisional agar tidak digerus zaman. Ia memanfaatkan pangan lokal sebagai bahan  pada kuenya agar tetap lestari.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2