Berbuah Sekali Setahun, Langsat Membawa Manfaat Kesehatan yang Memukau

Klikhijau.com –  Langsat (Lansium domesticum Corr.) merupakan tanaman yang berbuah sekali saja dalam setahun. Tanaman ini cukup populer di Indonesia. Ketika musimnya tiba, dengan mudah kita akan me...

Berbuah Sekali Setahun, Langsat Membawa Manfaat Kesehatan yang Memukau
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –  Langsat (Lansium domesticum Corr.) merupakan tanaman yang berbuah sekali saja dalam setahun. Tanaman ini cukup populer di Indonesia.

Ketika musimnya tiba, dengan mudah kita akan menemukan para pedagang menjajakannya di pinggir jalan. Harganya sangat ramah kantong.

Tanaman dari famili Meliaceae ini tersebar dihampir seluruh Indonesia. Muhammad (2010) menerangkan spesies ini tidak hanya satu varietas, tapi terdiri dari beberapa variates yang sangat bervariasi dalam sifat pohon dan buahnya.

Karenanya ada para ahli yang memisahkannya ke dalam kelompok yang berlainan. Meski begitu pada garis besarnya, ada dua kelompok besar buah ini, yakni yang dikenal dengan duku dan yang dinamakan langsat.

Ada pula kelompok campuran duku, langsat, serta kelompok terakhir yang di Indonesia dikenal sebagai kokosan.

Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis dengan ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Pada tanah dengan drainase yang baik dan pH tanah sedikit asam sampai netral sekitar 5.5- 6.6. Dengan curah hujan yang cukup sekitar 2000- 3000 mm per tahun dan suhu 25-35 0C (Lawalata Novalina Vita, 2012).

Meski sekilas terlihat sama, namun langsat memiliki keragaman yang  secara morfologi dan sifat fisiologis. Hal itu terlihat ukuran buah dan rasanya berbeda di berbagai wilayah  Indonesia. Hal itu telah dilaporkan oleh Direktorat Budidaya Tanaman Buah Dirjen Holtikultura Departemen Pertanian.

Anjasmara et al, (2020) menegaskan bahwa perbedaan karakter morfologis dapat yang juga menunjukan perbedaan sifat fisiologisnya. Kemungkinan besar karena didasari adanya keragaman genotip atau keragaman pada tingkat DNA yang bertanggungjawab terhadap penampilan sifat tertentu.


Hasil penelitian Kartika et al (2012), menyatakan suatu tumbuhan pada daerah yang sama kemungkinan memiliki perbedaan antara  satu dengan yang lainnya terutama pada morfologi yang nampak.

Apa yang dikatakan oleh Kartika benar adanya, sebab hasil penelitian Anjasmara et al (2020) menegaskan hal tersebut. Pada penelitian yang dilakukan Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Anjasmara menemukan  perbedaan karakter morfologi tanaman langsat  di setiap kecamatan pada bagian daun, batang, buah .

Misalnya di Kecamatan Anreapi bentuk daun yang dimiliki memanjang, ujung daun meruncing, pangkal daun runcing, duduk daun berseling, bentuk batang bulat, kulit luar tipis, bentuk buah bulat bola.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2