6 Sektor Kunci Atasi Perubahan Iklim

Klikhijau.com –Perubahan iklim jadi ancaman yang semakin nyata dan mengkhawatirkan. Ancamannya bahkan disebut lebih luas dan signifikan ketimbang pandemi Covid-19. Ancaman tersebut juga diakui oleh...

6 Sektor Kunci Atasi Perubahan Iklim
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –Perubahan iklim jadi ancaman yang semakin nyata dan mengkhawatirkan. Ancamannya bahkan disebut lebih luas dan signifikan ketimbang pandemi Covid-19.

Ancaman tersebut juga diakui oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Dia mengungkapkan bahwa  perubahan iklim atau krisis iklim dapat memiliki dampak yang lebih luas dan signifikan bagi negara-negara di dunia dibandingkan dengan pandemi Covid-19.

Perubahan iklim akan menghadirkan berbagai masalah, misalnya  pemanasan global, polusi, bencana alam, bentang alam yang terdegradasi dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati.

Karena itu, untuk mengatasi perubahan iklim ini, agar tidak terus membesar dan mengancam semua sendi kehidupan, maka semua pihak harus terlibat.

Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) telah mengidentifikasi ada enam sektor di mana emisi dapat dikurangi untuk meminimalkan kenaikan suhu. Keenam sektor tersebut adalah energi, industri, pertanian, pangan dan limbah, solusi berbasis alam, transportasi dan bangunan serta perkotaan.

UNEP telah memastikan bahwa ada kemungkinan untuk memangkas rata-rata 30 gigaton Gas Rumah Kaca (GRK) setiap tahun hingga 2030. Melalui perubahan pada skala pemerintah , sektor swasta, dan individu.

Dilansir dari Inhabitat, kenaikan suhu global dapat dicegah dengan mengatasi emisi di enam sektor di bawah ini:



  • Pertanian dan pangan



Sebagai akibat dari perubahan iklim, kekurangan pangan meningkat. Perkiraan menunjukkan bahwa 10% populasi dunia tidak memiliki cukup makanan. Dengan mengadopsi solusi produksi pangan berkelanjutan, emisi dapat diturunkan hingga 6,7 ​​gigaton per tahun.

Tambahan dua gigaton emisi dapat dikurangi dengan mengadopsi pola makan berkelanjutan dan menurunkan limbah makanan. Dengan mengakhiri pemborosan makanan, maka dapat menurunkan 8% hingga 10% emisi karbon global.



  • Transportasi



Saat ini, transportasi menyumbang sekitar 25% dari seluruh emisi GRK. Jika tren saat ini berlanjut, ini akan menjadi dua kali lipat pada tahun 2050. Emisi transportasi dapat turun sebesar 4,7 gigaton melalui penggunaan kendaraan listrik, infrastruktur transportasi umum yang kuat, dan sarana transportasi tidak bermotor, seperti berjalan kaki atau bersepeda.

Jika emisi kendaraan tidak turun secara signifikan, kematian akibat asap knalpot akan meningkat lebih dari 50% di daerah perkotaan pada tahun 2030.

Untuk mengatasi masalah terkait lingkungan dan kesehatan ini, pemerintah dapat bekerja untuk menggabungkan dan memberi insentif pada transportasi umum dan pribadi tanpa emisi. Dengan cara ini, moda transportasi yang lebih bersih akan disukai oleh perusahaan dan individu.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2