Pohon Sikkam, Tanaman Obat dan Pewarna Alami Warisan Leluhur

Klikhijau.com – Pohon Sikkam (Bischofia javanica Blume), tanaman yang memiliki banyak nama di Indonesia. Penamaannya tergantung di daerah mana ia tumbuh. Di Batak tanaman ini bernama singkam, cingkam,...

Pohon Sikkam, Tanaman Obat dan Pewarna Alami Warisan Leluhur
Bacakan Artikel

Bachheri, et. Al (2013) membeberkan jika manfaat penting lainnya dari pohon ini adalah bisa dijadikan sebagai salah satu zat pewarna alami. Perihal manfaat yang satu ini, telah dikenal dan digunakan oleh masyarakat secara turun temurun.

Sebelum manusia mengenal zat pewarna sintesis untuk mewarnai pakaian, anyaman bambu, rotan dan jala, manusia telah menggunakan pohon sikkam sebagai pewarna.

Menurut  beberapa penelitian, sikkam memiliki beragam manfaat sebagai tanaman obat, di antaranya sebagai anti leukemia, anti inflamasi (Sutarson, et. al. 2004).

Selain itu juga dapat dimanfaatkan sebagai anti mikroba anti alergi, mengobati luka bakar dan merangsang pertumbuhan rambut (Pradan dan Badola, 2008).

[irp]

Untuk daunnya,  dapat dimanfaatkan menghalau hama penyakit pada tanaman jagung dan padi.

Dalam masyarakat Sumatera Utara, kulit kayu pohon ini  telah digunakan secara  turun-temurun  sebagai ramuan untuk memasak daging.

Bahkan daunnya dipercaya pula dapat mengobati luka, diare, mag dan asam lambung, dan juga digunakan sebagai obat kumur.

Menurut Harmida, dkk., (2011) bahwa masyarakat Desa Lawang Agung Kabupaten Lahat Sumatra Selatan telah menggunakan ekstrak daun sikkam untuk mengobati diare.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: