Pohon Sikkam, Tanaman Obat dan Pewarna Alami Warisan Leluhur

Klikhijau.com – Pohon Sikkam (Bischofia javanica Blume), tanaman yang memiliki banyak nama di Indonesia. Penamaannya tergantung di daerah mana ia tumbuh. Di Batak tanaman ini bernama singkam, cingkam,...

Pohon Sikkam, Tanaman Obat dan Pewarna Alami Warisan Leluhur
Bacakan Artikel

Ketika buah telah masak akan tampak berwarna hitam kebiruan. Di dalam buahnya terdapat 1 hingga 2 biji. Buahnya ini berbiji lonjong dengan panjang 5 mm. Warnanya cokelat.

Novrianty Nainggolan, (2019) menegaskan bahwa pohon sikkam bisa tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian kurang lebih 1500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pohon ini banyak dijumpai tumbuh liar di hutan rawa dan di hutan jati.

[irp]

Namun, secara alami pohon ini ditemukan di dataran rendah hingga pegunungan. Ia biasa pula tumbuh di tepi sungai.

Cara memperbanyak atau melestarikannya bisa dengan generatif melalui biji, stek batang, stek pucuk bahkan dengan stek akar.

Ia biasanya berbunga pada bulan Februari hingga Mei. Lalu, bunganya itu akan berubah menjadi buah pada bulan Agustus hingga Oktober.

Manfaat pohon sikkam

Sikkam merupakan tumbuhan dari ordo Malpighiales. Ia tidak tumbuh begitu saja, tapi membawa manfaat bagi manusia. Karena hampir seluruh bagian dari pohon ini memiliki manfaat mulai dari bagian akar hingga daun.

Dalam dunia perdagangan kayu, sikkam lebih dikenal dengan nama Bischop wood atau Java cedar.

Pohon ini adalah salah satu  jenis komersial. Ia  dapat dipergunakan sebagai bahan rumah tangga seperti pembuatan jembatan, mebel, tiang, interior, alat pertanian, dan ukiran.

Namun, ada satu hal yang harus diperhatikan jika memanfaatkan kayu ini, yakni harus terlindung dari sinar matahari secara langsung.  Tidak hanya itu, kayunya  juga dapat  dimanfaatkan sebagai bahan baku pulp dan kertas.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: