Pohon Ludah

Jam menunjukkan angka 10 lewat 57 menit. Aku tiba sangat terlambat. Harusnya aku tiba dari jam 9 pagi. Waktu yang disepakati untuk pertemuan mendadak itu. Pertemuan biasanya diadakan di kantor. Nam...

Pohon Ludah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Jam menunjukkan angka 10 lewat 57 menit. Aku tiba sangat terlambat. Harusnya aku tiba dari jam 9 pagi. Waktu yang disepakati untuk pertemuan mendadak itu.

Pertemuan biasanya diadakan di kantor. Namun, kali ini dipindahkan ke warkop Rintih Gerimis. Warkop yang bersebelahan dengan kantorku.

Baik, akan kuceritakan kenapa bisa terlambat. Namun, sebelum itu aku akan menceritakan perihal pintu kantor yang berubah.

Bukan karena dibongkar, bukan. Pintu kayu itu, entah bagaimana tetiba saja tumbuh. Ia hidup. Rasanya aneh dan tak masuk akal. Bagaimana bisa kayu yang sudah dipotong-potong, digergaji, dicat, diangkut melewati empat kabupaten bisa tumbuh.

Kayu yang telah bersalin wajah jadi daun pintu itu, telah tiga puluh tujuh tahun terpasang—sudah sangat kering dan kehidupannya telah lama terampas.

Ketika aku sampai hampir di warkop Rintih Gerimis yang bersebelahan dengan kantorku. Orang-orang ramai melihat fenomena aneh itu. Tak ada celah. Sesak penuh. Aku tertahan.

Hari ini harusnya aku libur, tapi karena fenomena itu. Si Bos meneleponku. Rapat mendadak. Aku bergegas menuju lokasi rapat yang di di depannya  berdiri kantor partai politik itu.

Si Bos yang berkacamata minus tebal itu, berinisiatif meliburkan kantor hingga seminggu ke depan atau memindahkannya. Bahkan rapat pun dipindahkan ke warkop Rintih Gerimis, sebab pintu kantor tak bisa lagi dibuka.

Atina

Semua bermula ketika Atina diterima sebagai karyawan. Gadis berkulit agak gelap itu setahun terakhir menjadi pengangguran. Setelah lulus kuliah. Ia pulang kampung, mengurusi ibunya yang sakit-sakitan.

Begitu ibunya sembuh, ia kembali ke kota mencari kerjaan. Dan keberuntungan berpihak kepadanya. Di kantorku, sedang butuh karyawan baru yang sesuai dengan jurusannya—teknik perencanaan wilayah kota.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2