Piknik di Pantai Berkubang Sampah

Klikhijau.com - Siapa yang tak suka pantai? Rasanya tak ada orang yang menolak jika diajak ke pantai. Pantai adalah tempat paling nyaman kita berlari melepas kepenatan. Pada riuh ombak, desir pasir...

Piknik di Pantai Berkubang Sampah
Bacakan Artikel

Faktanya, kita punya masalah besar pada laut dan pesisir kita yakni beban sampah yang menggunung dan terus menghantui kita.

Riset LIPI 2018 lalu pada 18 pantai di Indonesia menemukan betapa mayoritas pantai di Indonesia memang sudah jadi sarang sampah.

Riset LIPI di seluruh area monitoring pantai menunjukkan sampah pantai telah dikerumuni plastik, karet, logam, kaca, kayu olahan, kain, serta bahan berbahaya lainnya. Diperkirakan ada 100 ribu hingga 400 ribu ton plastik per tahun milik masyarakat Indonesia masuk ke laut.

Sampah dominan berasal dari plastik sekitar 36 hingga 38 persen di seluruh area kajian. Sementara mikroplastik ditemukan pada seluruh lokasi kajian baik pada permukaan air, sedimen, maupun pada tubuh ikan.

[irp posts="2802" name="Karena Sampah, Ribuan Wisatawan Mancanegara Batal ke Lombok"]

Mikroplastik ditemukan di permukaan air Sulawesi Selatan dan Teluk Jakarta. Terdapat 7,5 sampai 10 partikel per meter kubik. Pada sedimen ditemukan lebih dari 100 partikel per kilogram di Aceh, Sulsel dan Biak.

Nah, riset LIPI 2018 memang mencatat bahwa wilayah pantai di Sulawesi Selatan termasuk yang rentan jadi lokasi buangan sampah plastik.

Ini menyedihkan bukan? Mengingatkan kita pada sebuah tragedi mengerikan di sebuah sore 18 November 2018 silam saat seekor paus sperma (physeter macrocephalus) ditemukan warga terdampar di Pulau Kapota, Wakatobi Sulawesi Tenggara.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: