Peran Komunitas MTS Atasi Perubahan Iklim melalui Pengelolaan Sampah

Klikhijau.com - Belum tuntas upaya mengatasi krisis persoalan dan penanganan sampah, kini di depan mata badai krisis iklim datang menerpa. Jika dirunut ke belakang persoalan pengelolaan sampah menj...

Peran Komunitas MTS Atasi Perubahan Iklim melalui Pengelolaan Sampah
Bacakan Artikel

Para pihak yang melihat dari dekat mengakui, bahwa aksi nyata komunitas MTS punya potensi besar dan sebenarnya telah terlibat dalam aksi iklim, tetapi masih kurang mendapatkan dukungan.

Menurut Mashud Azikin, pengelolaan sampah rumah tangga melalui sistem bank sampah, pengomposan, dan lainnya, perlu terus disosialisasikan dan digalakkan di tengah masyarakat demi mengatasi masalah sampah rumah tangga yang sering terabaikan selama ini.

Pasalnya, pengelolaan sampah rumah tangga dengan sistem bank sampahย pengomposan, dan lainnya, bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya dan manfaat sampah.

Juga ikut membantu program pemerintah menanggulangi masalah sampah, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan menjadikan sampah yang tidak bermanfaat menjadi berkah. Aspek pengurangan emisi gas rumah kaca melalui sistem bank sampah salah satunya telah diterapkan pada aksi komunitas MTS.

[irp]

5 cara komunitas MTS dalam menjaga perubahan iklim


  1. Upaya mengedukasi warga dalam pemilahan sampah yang dimulai dari rumah tangga. Tahapan mengedukasi warga dengan membentuk kelompok berbasis RT di tingkat warga. Setiap saat warga diajak ikut berdiskusi guna membahas persoalan dan penanganan sampah. Bagi komunitas MTS, semua pihak harus mengambil bagian sesuai kemampuan dan kapasitasnya masing-masing, sekecil apa pun.

  2. Mengolah sampah organik dengan melalui serangkaian program pengolahan. Dengan mengambil sampah hasil dari rumah tangga dan pasar-pasar untuk dibuat kompos. Pada fase, proses pengolahan dan pembuatan kompos yang diinisiasi komunitas MTS bekerjasama dengan Bank Sampah sektor Manggala.

  3. Memilah sampah organik jenis sayur-sayuran dan limbah buah-buahan untuk diolah dan diproses menjadi pupuk organik cair dan bakteri pengurai sampah (EM4++). Produk EM4 ++ dihasilkan dari fermentasi selama kurang lebih 30 hari. Mengapa dinamakan EM4++? Karena disamping berfungsi sebagai pengurai organik yang efektif juga dapat berfungsi sebagai pupuk organik cair yang mengandung banyak jenis mikroorganisme yang baik untuk pertumbuhan tanaman dan menyuburkan tanah. Selain itu EM4++ย  termasuk salah satu bakteri fotosintesis yang berfungsi membantu akar mengikat cahaya sehingga fotosintesis tidak hanya berlangsung di daun tetapi juga dapat berlangsung di dalam tanah. Produk EM4++ sendiri nantinya akan di jadikan bahan pengurai organik dalam pembuatan kompos bekerja sama juga dengan pihak Bank Sampah sektoral Manggala.



  1. Disamping itu sampah jenis sayur-sayuran dan limbah buah dibuat sebagai bahan olahan produk ecoenzym. Semua perolehan sampah jenis ini didapatkan dari hasil perolehan pemulung dalam menyelamatkan buah-buah afkir yang masih baik dan digunakan untuk pembuatan ecoenzym.Saat komunitas MTS dalam tahap menginisiasi Bank Eco Enzim. Total produksi yang dihasilkan menjadi produk eco enzym hingga saat ini telah mencapai 100 liter dan ditargetkan akan mencapai minimal 1000 liter pada bulan Maret 2023. Ide Bank eco enzyme itu sendiri telah diapresiasi beberapa pihak di Makassar. Diantaranya PT. Mitra Hijau Asia dan media Klikhijau.com yang ikut mendukung saat launching produk eco enzyme (20/8/2022). Kebutuhan dan ketersediaan produk ecoenzyme yang memadai akan membantu pemulihan kondisi udara,perairan dan tanah di suatu kawasan seperti TPA, waduk, kanal, dan lahan pertanian.



  1. Menghidupkan dan menggelorakan senam jantung sehat setiap. Setiap hari Rabu dan Minggu berlangsung kegiatan senam yang didominasi kalangan perempuan di wilayah Manggala. Bersama Klub Jantung Sehat (KJS) Manggala, aktivitas ini telah berlangsung rutin sebelum pandemik covid-19 terjadi.


[irp]

Pilih Halaman: