Tanaman Gambas, Alternatif Spons Cuci Piring yang Ramah Lingkungan

Klikhijau.com - Tanaman Gambas atau oyong tidak hanya untuk dimakan tetapi juga untuk ragam keperluan. Satu diantaranya adalah dimanfaatkan sebagai spons cuci piring. Bagaimana caranya? Ayok kita sima...

Tanaman Gambas, Alternatif Spons Cuci Piring yang Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel
Faiza

Mahasiswa Magang Klikhijau, dari Prodi Sosiologi UNM

Klikhijau.com - Tanaman Gambas atau oyong tidak hanya untuk dimakan tetapi juga untuk ragam keperluan. Satu diantaranya adalah dimanfaatkan sebagai spons cuci piring. Bagaimana caranya? Ayok kita simak!

Spons cuci piring yang sering kita gunakan sehari-hari merupakan salah satu jenis produk yang terbuat dari bahan sintesis buatan.

Bahan sintesis buatan sering dijadikan sebagai bahan dasar untuk beberapa produk. Jika dilihat dari bentuknya, bahan ini menyerupai bahan organik dari hewan ataupun serat tumbuhan.

Sebagai contoh yang sering kita jumpai dan gunakan ialah nilon, dacron, polister, dan masih banyak lagi.

Sintesis buatan terdiri dari zat kimia yang dapat membuat bahan ini bertahan lebih lama dibanding bahan organik. Sehingga dalam pembuatan spons cuci piring tentu menggunakan bahan-bahan yang mengandung zat kimia agar ketahanan produk lebih awet.

Selain itu, ketersediaan produk juga jadi lebih banyak dan bisa dikategorikan sebagai barang yang ramah di kantong karena harganya yang ekonomis. Meski demikian tidak selamanya apa yang ramah di saku, ramah juga untuk lingkungan.

Limbah spons cuci piring

Penggunaan spons cuci piring selalu menjadi pilihan karena dapat menyerap air dengan baik serta menghasilkan busa yang melimpah dari sabun. Peralatan makanan yang dicuci menggunakan spons jadi terlihat lebih bersih karena busanya yang mampu menghilangkan bekas makanan dengan baik.

Namun seiring dengan penggunaan dalam waktu yang lama, fungsi untuk menghasilkan busa yang melimpah juga semakin menurun. Spons cuci piring yang telah berkali-kali digunakan menyimpan sejumlah bakteri dan kuman sisa dari pencucian sebelumnya. Sehingga meskipun wujud fisik dari produk tersebut masih ada, akan tetapi nilai kegunaannya sudah habis terpakai.

Jika fungsi dan nilai kegunaannya sudah habis, spons cuci piring ujung-ujungnya akan berakhir di tempat pembuangan sampah dan menjadi bagian dari limbah anorganik. Seperti yang kita ketahui bersama, limbah anorganik merupakan jenis sampah yang tidak mudah terurai dan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan jika tidak diolah dengan baik.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2