Pengalaman Kecil Menanam Kaktus dengan Media Tanam Batok Kelapa

Klikhijau.com -  Saat jelang Idul Adha kemarin, saya membawa pulang beberapa jenis kaktus. Itu berawal dari ajakan bikin burasa (buras), panganan khas lebaran masyarakat Sulawesi. Burasa terbuat dari...

Pengalaman Kecil Menanam Kaktus dengan Media Tanam Batok Kelapa
Bacakan Artikel

Klikhijau.com -  Saat jelang Idul Adha kemarin, saya membawa pulang beberapa jenis kaktus. Itu berawal dari ajakan bikin burasa (buras), panganan khas lebaran masyarakat Sulawesi. Burasa terbuat dari beras dan santan.

Saat akan pulang,  entah kenapa saya tertarik untuk menamannya. Padahal tanaman hias kaktus tak pernah masuk ke dalam daftar tanaman yang ingin saya koleksi.

Namun, melihatnya memenuhi pot kecil kakak ipar, yang kebetulan sedang melakukan agenda pemangkasan akhirnya saya memberanikan diri memintanya untuk dibawa pulang.

Tanaman ini sebenarnya sudah menjadi primadona pencinta tanaman hias beberapa tahun silam. Saat itu, saya belum memiliki hasrat untuk ikut serta mengembang-biakkannya.

Sebenarnya saya sendiri tidak memiliki persiapan apa pun ketika mengambilnya. Kakak ipar sempat bertanya apakah saya sudah memiliki pot sebagai media tanam, saya menjawabnya dengan senyuman kecil saja. Akan ada banyak media tanam selain pot, pikirku. Lagian menghabiskan beberapa ratus ribu untuk membeli  pot saja merupakan pemborosan yang tidak bermanfaat sama sekali.

Sesampainya di rumah, saya mencari-cari polybag sisa dari penanaman bibit sayur kemarin, sayangnya semakin dicari semakin tidak ketemu juga rupanya. Sambil mencari-cari media tanam lain, tidak sengaja saya menendang satu batok kelapa yang sudah terbelah dua, lalu ide-ide segar dalam kepala berhamburan.

Telah digunakan sebagai produk souvenir

Batok kelapa atau tempurung kelapa di berbagai daerah, sudah dimanfaatkan untuk beberapa jenis produk souvenir. Mulai dari mainan celengan beraneka bentuk, centong nasi, kancing, asbak, maupun gantungan kunci.

Meski pada dasarnya batok kelapa di kampung saya masih dikategorikan sebagai limbah, tetapi tidak sedikit yang memanfaatkan arangnya sebagai energi alternatif. Termasuk kakak ipar yang memang menjadi pengepul batok kelapa.

Dilansir dari unair.ac.id ternyata air limbah pun dapat diolah dengan memanfaatkan arang batok kelapa dengan cara anaerobik. Pengolahan air limbah ini berpotensi dapat menghasilkan biogas.

Pengolahan air limbah anaerobik biasanya dipilih karena banyak kelebihannya. Beberapa keuntungan dari pengolahan anaerobik adalah hasil lumpur yang rendah, jumlah energi yang digunakan kecil, dan potensi energi yang dapat dihasilkan dalam bentuk lain.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2