Tidak Terduga, Ini 9 Sumber Mikroplastik yang Patut Diwaspadai

Klikhijau.com – Sumber mikroplastik selama ini hanya diasumsikan berasal dari plastik. Asumsi itu rupanya keliru. Mikroplastik bisa bersumber dari banyak hal, tidak hanya dari plastik seperti yang ser...

Tidak Terduga, Ini 9 Sumber Mikroplastik yang Patut Diwaspadai
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Sumber mikroplastik selama ini hanya diasumsikan berasal dari plastik. Asumsi itu rupanya keliru. Mikroplastik bisa bersumber dari banyak hal, tidak hanya dari plastik seperti yang sering digunakan dalam keseharian kita saja.

Mikroplastik, jadi problem yang cukup ulet bagi lingkungan, satwa hingga manusia. Ukurannya yang mini membuatnya leluasa menerobos masuk ke tubuh (baca DI SINI).

Ancaman mikroplastik semakin ke sini pun semakin nyata. Apalagi sumbernya tidak hanya dari satu pintu saja, tapi banyak. Dan sumber-sumber itu sangat intim dengan keseharian kita.

Nah, dilansir dari Inhabitat, berikut 9 sumber mikroplastik yang patut diwaspadai:



  •  Permen karet



Permen karet terbuat dari bahan dasar natural chicle gum, produk yang bersumber dari getah pohon sawo.

Saat masih menjadi getah, tidak ada masalah bagi lingkungan. Namun, ketika plastik mulai marak digunakan, dan masuk ke pangsa pasar  produk. Sejak saat itu pula produsen permen karet mulai mencampurkan mikroplastik ke dalam produknya.

Tujuannya untuk meningkatkan kekenyalan dengan biaya lebih rendah. Sehingga ketika terbuang ke lingkungan atau kita makan, mikroplastik bisa melepaskan dirinya dan menjadi ancaman.



  • Glitter



Glitter adalah produk plastik. Bahkan jika tidak ditampilkan dalam bentuk botol, cobalah perhatikan di kartu dan bungkus kado, serta di riasan.

Hiasan pakaian dan aksesori seperti manik-manik saat ini dominan tidak lagi terbuat dari kayu dan logam tradisional, sekarang umumnya terbuat dari plastik.



  • Perlengkapan mandi



Siapa sangka jika perlengkapan mandi, mulai dari sabun cuci muka, sabun mandi, pasta gigi, dan produk kebersihan pribadi lainnya. Sering kali mengandung polietilen (PE), polipropilen (PP), polietilen tereftalat (PET), polimetil metakrilat (PMMA), dan nilon (PA). Mereka membuat exfoliant murah meskipun telah dilarang di beberapa negara karena dampak negatif yang terkait produk yang menggunakan bahan tersebut.


  • Kantong teh



Menyeduh teh terlihat sangat mudah, namun di balik kemudahannya itu, ternyata membawa ancaman, yakni pada pembungkusnya mengandung mikroplastik.

Hal itu membuat ritus minum teh berpotensi pula membuat kita meneguk mikroplastik.  Meski pada labelnya adalah kertas dan kantongnya tidak ada tambahan kemasan plastik, kantong teh kemungkinan besar dilapisi dengan lapisan pelindung polietilen.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2