Simak Seksama, Ini 4 Penyebab Tanaman Hias Terserang Penyakit Fisiologis

oleh -77 kali dilihat
Simak Seksama, Ini 4 Penyebab Tanaman Hias Alami Penyakit Fisiologis
Ilustrasi penyiraman - Foto/Pixabay

Klikhijau.com – Di balik pesonanya yang menebar rasa bahagia pada pemiliknya, tanaman hias berpotensi dirundung ragam masalah. Dua hal paling menonjol yakni hama dan penyakit.

Tanaman yang diserang hama dan penyakit tak hanya mengalami masalah pada pertumbuhannya, tetapi  juga bisa layu dan mati. Bila sudah begini, alangkah sedihnya tentunya. Terlebih bila tanaman hias tersebut termasuk yang super mahal.

Oleh sebab itu, sangatlah penting untuk mengenali jenis hama yang menyerang pada tanaman juga penyakit yang kerap menderanya. Setelah itu, Anda juga mesti memahami cara mengatasi hama dan penyakit tersebut agar tak kambuh dan mematikan.

Namun, langkah perdana dan mendasar yang perlu Anda ketahui adalah pengetahuan tentang penyebab mengapa tanaman mengalami gejala penyakit. Diantara penyakit tersebut ada yang disebut dengan penyakit fisiologis.

Gejala penyakit fisiologis biasanya agak samar dan tidak menyerang tanaman secara menyeluruh. Penyakit ini dipicu oleh kelebihan atau kekurangan suatu unsur yang dibutuhkan.

Penyakit fisiologis biasanya muncul mendadak misalnya daun yang menguning atau akar yang membusuk dan lainnya.

Seperti dijelaskan dalam buku “Menghijaukan Ruangan” karya Rony Palungkun dkk (1994), berikut ini 4 penyebab tanaman hias mengalami penyakit fisiologis:

  • Kekurangan dan kelebihan air

Air memang satu unsur yang dibutuhkan tanaman. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman layu dan mati. Meski demikian, tanaman yang kelebihan air juga berisiko jadi petaka bagi tanaman.

Gejala fisiologis yang kerap timbul akibat kelebihan air adalah terjadinya gejala menguning pada daun bahkan gugur. Oleh sebab itu, penyiraman harus benar-benar proporsional dan di waktu yang tepat. Simak waktu yang tepat menyiram tanaman di SINI!

Ada baiknya menyiram dengan memakai alat penyiram yang ujungnya sempit. Sasaran penyiraman diupayakan langsung ke tanah dan tidak mengenai tanaman. Beri air secukupnya dan memastikan agar tak ada air menggenang dalam pot.

  • Kekurangan atau kelebihan cahaya

Akses cahaya pada tanaman sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Simak pengaruh cahaya pada pertumbuhan tanaman di SINI!

Kekurangan cahaya pada tanaman ditandai dengan penampilan yang pucat dan kerdil. Gejala lainnya adalah warna hijau pada tanaman tidak merata atau tampak belang-belang.

Pada tanaman berbunga, kekurangan cahaya menyebabkan pelambatan pada kuncup-kuncupnya. Bunganya gagal merekah serta warnanya tidak cerah.

Kelebihan cahaya pada tanaman dapat lebih mudah dibaca yakni daun tanaman layu dan hangus. Tanaman juga tampak kering kerontang dan beberapa dedaunnya seperti terbakar.

Umumnya kekurangan atau kelebihan cahaya disebabkan oleh posisi tanaman yang kurang tepat. Posisikan tanaman sesuai karakteristik dan kebutuhannya pada cahaya. Setiap tanaman tentu berbeda-beda, ada yang cocok di luar ruangan ada pula yang hanya bisa tumbuh di dalam ruangan.

  • Peredaran udara yang jelek

Selain akses cahaya, peredaran udara dalam ruangan juga sangat memengaruhi tanaman. Udara yang buruk akibat ventilasi yang minim dalam ruangan akan memicu masalah serius pada pertumbuhan tanaman.

Selain itu, tanaman yang terus-menerus terkena udara AC bisa jadi masalah. Gejalanya antara lain pucuk-pucuk tanaman menjadi layu dan kering. Untuk mengatasinya cukup mudah yakni pindahkan sejenak tanaman di ruangan yang memiliki akses udara bagus. Solusi lainnya adalah dengan mengganti media tanamnya yang mungkin mengeras.

  • Kekurangan atau kelebihan unsur hara

Kekurangan unsur hara pada tanaman hias jelas sangat mengganggu pertumbuhannya. Namun, kelebihan unsur hara juga jadi bahaya bagi tanaman Anda. Lagi-lagi harus sesuai dan proporsional yah Sahabat Hijau. Simak gejala kekurangan atau kelebihan unsur hara di SINI!

Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Perhatikan 5 Hal Ini Agar Tanaman Hias Anda tak Mati Mendadak!