Meski Belum Terkelola dengan Baik, HHBK dan Jasling Lebih Menjanjikan

Klikhijau.com - Berdasarkan hasil penelitian, pemanfaatan hasil hutan berupa kayu memiliki nilai sebesar 5%. Sedangkan potensi dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan Jasa lingkungan (Jasling) yang men...

Meski Belum Terkelola dengan Baik, HHBK dan Jasling Lebih Menjanjikan
Bacakan Artikel

Selain HHBK, jasa lingkungan juga telah mulai dimanfaatkan masyarakat sekitar hutan melalui pengembangan sektor wisata. Trend saat ini menunjukkan banyak wisatawan yang lebih memilih alam yang natural dan indah sebagai lokasi rekreasi mereka. Sejalan dengan tingkat kunjungan wisata yang tinggi, maka tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar hutan juga turut terangkat.

Hilman menilai masyarakat sekitar hutan telah bergerak untuk memanfaatkan HHBK dan jasling. Pemerintah pun berusaha memfasilitasi agar potensi tersebut dapat dipertemukan dengan pasar yang tepat. โ€œApalagi di era Revolusi Industri 4.0 ini, kita akan dekatkan output masyarakat tersebut dengan pasar,โ€ ujar Hilman.

[irp posts="1865" name="9 Tokoh Hutan Sosial Mendapatkan Trofi dari Pemerintah, Berikut Daftarnya"]

Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari akan menggelar diskusi nasional untuk mengembangkan usaha HHBK dan jasling tersebut menuju Revolusi Industri 4.0. Tujuannya adalah (1) Membangun kesepahaman dan komitmen para pihak dalam pengembangan usaha HHBK dan jasling berbasis masyarakat, (2) Mewujudkan industrialisasi dan hilirisasi HHBK dan jasling, serta (3) Membuka pasar offline menjadi online.

Ditargetkan sebanyak 450 peserta dari berbagai Kementerian terkait, Pemerintah Daerah, hingga perwakilan dunia usaha dan dunia industri akan hadir pada diskusi tersebut. KLHK juga akan memberikan Bantuan Alat Ekonomi Produktif, penyerahan Rumah Bambu Tahan Gempa, serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pengembangan HHBK-Jasling.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: