Meski Belum Terkelola dengan Baik, HHBK dan Jasling Lebih Menjanjikan

Klikhijau.com - Berdasarkan hasil penelitian, pemanfaatan hasil hutan berupa kayu memiliki nilai sebesar 5%. Sedangkan potensi dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan Jasa lingkungan (Jasling) yang men...

Meski Belum Terkelola dengan Baik, HHBK dan Jasling Lebih Menjanjikan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Berdasarkan hasil penelitian, pemanfaatan hasil hutan berupa kayu memiliki nilai sebesar 5%. Sedangkan potensi dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan Jasa lingkungan (Jasling) yang mencapai nilai 95%.

Padahal selama ini HHBK dan jasling belum terkelola secara optimal. Bahkan ย belum memiliki pasar yang baik. Untuk meningkatkan potensi tersebut, KLHK akan menyelenggarakan diskusi nasional dengan judul โ€œPengembangan Usaha HHBK dan Jasa Lingkungan Menuju Revolusi Industri 4.0โ€ di Auditorium Dr. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti Jakarta hari ini,ย  Jumat, 10 Mei 2019

โ€œPotensi HHBK dan jasling jauh lebih besar mencapai 95% dibanding nilai kayu dari hasil hutan yang hanya sebesar 5%. Bahkan, HHBK Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif yang dapat bersaing di pasar dunia,โ€ ungkap Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Hilman Nugroho.

[irp posts="2746" name="26 Profesor Bertemu Menteri LHK Bahas Penataan Pemukiman Masyarakat di Kawasan Hutan"]

HHBK seperti kopi, madu, gula aren, teh, sutera dan lain sebagainya memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Hilman mencontohkan, Indonesia memiliki jenis Kopi Robusta dan Arabica yang dapat dijumpai dari Aceh hingga Papua. Uniknya, kopi-kopi tersebut memiliki rasa maupun warna yang berbeda-beda di setiap daerah.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: