Menyambut COP26: Anak-anak Muda di Makassar Membuat Video Tentang Sistem Pangan

Klikhijau.com - Dunia dalam ancaman perubahan iklim yang sangat mengkhawatirkan. Tanpa upaya bersama berupa pencegahan dan perubahan berbagai gaya hidup dan tentu saja kebijakan yang berlaku secara gl...

Menyambut COP26: Anak-anak Muda di Makassar Membuat Video Tentang Sistem Pangan
Bacakan Artikel

[irp]

Di lahan seluas sekitar 3 ha yang berlokasi di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Darmawan merintis sistem pangan secara berkelanjutan. Darmawan menanam lebih dari 100 spesies tanaman langka.

Mayoritas diantaranya bisa dikosumsi untuk obat tradisional dan selebihnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif. Upaya Darmawan untuk melestarikan berbagai tanaman langka akhirnya berbuah manis.

Di tahun 2021, Darmawan menerima penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pengakuan ini merupakan penghargaan negara tertinggi bagi mereka yang berjasa melakukan pelestarian lingkungan hidup dan berjasa menjadi pelopor dan pemrakarsa dalam membuka peluang bagi berkembangnya inovasi dan kreativitas masyarakat dalam konservasi dan pelestarian lingkungan hidup.

Bagi karen Audrie dkk, Darmawan Denassa adalah pahlawan yang berjasa melestarikan berbagai tanaman langka dan juga tanaman pangan alternatif.ย  Upaya konservasi yang dilakukannya berkontribusi langsung terhadap pencegahan musnahnya beberapa spesies tanaman yang terancam punah.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: