Menyambut COP26: Anak-anak Muda di Makassar Membuat Video Tentang Sistem Pangan

Klikhijau.com - Dunia dalam ancaman perubahan iklim yang sangat mengkhawatirkan. Tanpa upaya bersama berupa pencegahan dan perubahan berbagai gaya hidup dan tentu saja kebijakan yang berlaku secara gl...

Menyambut COP26: Anak-anak Muda di Makassar Membuat Video Tentang Sistem Pangan
Bacakan Artikel

[irp]

Makanan diproduksi dengan menggunakan pupuk kimia, pengepakan dengan menggunakan bahan plastik, serta transportasi lintas negara dengan energi fossil. Sistem pangan itu diperburuk dengan semakin meluasnya deforestasi, penanaman dengan sistem monokultur yang menyebabkan dunia kehilangan keanekaragaman hayati yang sangat besar.

Secara global, praktik sistem pangan saat ini berkontribusi lebih dari 33% emisi gas rumah kaca, lebih dari 3 milyar (hampir 40% penduduk bumi) tidak dapat mengakses terhadap makanan sehat.

Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di dunia memiliki luas daratan sekitar 1,9 juta km dan sekitar 31,5% digunakan untuk lahan pertanian. Di tahun 2020, Indonesia kehilangan hutan primer sekitar 270.000 ha untuk pembukaan lahan pertanian baru. Hal ini berkontribusi sebesar 208 juta ton emisi karbon dioksida.

Video yang dibuat Karen Audrie dkk, secara khusus mewawancarai pemilik Rumah Hijau Denassa (RHD) yaitu saudara Darmawan Denassa. RHD adalah inisiatif Darmawan dalam melestarikan berbagai macam tanaman obat dan tanaman yang dapat menjadi alternatif makanan sehat yang ditanam dengan sistem organik berkelanjutan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: