Menteri Siti: Kiprah Profesi Insinyur Indonesia harus Merespons Persaingan Global

Klikhijau.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc menjadi salah satu peserta Pengukuhan Program Profesi Insinyur Angkatan I Tahun 2019/2020 IPB University, Sabtu...

Menteri Siti: Kiprah Profesi Insinyur Indonesia harus Merespons Persaingan Global
Bacakan Artikel

Profesi Insinyur dan pembangunan berkelanjutan

Rektor IPB University, Prof. Dr.  Arif Satria, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada Sabtu 25 Juli 2020 merupakan acara Pengukuhan Insinyur Angkatan I sekaligus launching Program Profesi Insinyur IPB.

Semua lulusan adalah dari jalur Rekomendasi Pembelajaran Lampau (RPL) dan lulusan Angkatan I ini diharapkan menjadi SDM yang mendukung pelaksanaan Program Profesi Insinyur jalur reguler.

Terkait dengan bidang kehutanan, Prof. Arif dalam kesempatan ini secara singkat menyampaikan tentang inovasi smart forestry yang telah dihasilkan yaitu Fire Risk System  yang merupakan sistem yang bisa memprediksi kebakaran hutan enam bulan sebelum kejadian.

“Kita tidak cukup hanya mengetahui pohon, kita harus mengetahui hutan, saat ini berbagai variabel begitu tali-temali sehingga kita tidak bisa menyelesaikan masalah hanya dengan single variabel. Kita harus mengikuti tatanan baru dan kompleksitas yang ada sehingga pemahaman teradap ekosistem itu menjadi sebuah keniscayaan,” tutur Prof. Dr. Arif.

Hadir juga dalam kesempatan ini Prof. Ir. Nizam M.Sc, Ph.D., Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan bahwa

Pembangunan ke depan diharapakan merupakan pembangunan yang inklusif, ramah dengan lingkungan dan berkelanjutan.

“Kunci dari itu semua adalah para insinyur yang dihasilkan dari perguruan tinggi bersama dengan PII dan masyarakat profesi sehingga yang dihasilkan adalah insinyur-insinyur yang unggul dan berbudaya,” ujar Prof. Nizam.

Disamping itu, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, Dr. Ir. Heru Dewanto, dalam acara pengukuhan profesi insinyur ini menyampaikan bahwa lima tahun terakhir ini telah mencapai lompatan infrastruktur daya saing Indonesia meningkat dengan signifikan dan Indonesia diprediksi oleh banyak pihak akan menempati posisi 5, 6 dan 7 dari kekuatan ekonomi dunia.

Di masa pandemi saat ini, para Insinyur diharapkan tetap dapat mempertahankan capaian melalui lompatan infrastruktur tersebut karena infrastruktur merupakan pondasi bagi daya saing di semua sektor ekonomi.

Menutup sambutannya, Menteri Siti mengharapkan Pengukuhan Insinyur Profesional ini mampu mendukung akselerasi Program Profesi Insinyur yang sangat strategis di era persaingan global.

Sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo bahwa seluruh elemen bangsa harus dapat melakukan perubahan dan melakukannya secara cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan merespon perkembangan persaingan dunia.

Program Profesi Insinyur adalah program pendidikan tinggi setelah program sarjana untuk membentuk kompetensi keinsinyuran yaitu Profesi Insinyur yang andal dan profesional yaitu mampu meningkatkan nilai tambah, daya guna, hasil guna untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

434 orang yang dikukuhkan terdiri dari 24 orang dari Bidang Keinsinyuran Industri Pertanian, 34 orang dari Industri Keinsinyuran Teknik Pertanian dan 376 orang dari Bidang Keinsinyuran Teknik Kehutanan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2