Pohon Kenangan Ibu

Pohon Kenangan Ibu sebatang pohon penuh kunang-kunang tumbuh di mata dan kepala ibu akarnya menancap kokoh di hatinya daunnya hijau cemas di mataku berkali-kali ingin kupangkas tapi aku tak tega...

Pohon Kenangan Ibu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Pohon Kenangan Ibu

sebatang pohon penuh kunang-kunang
tumbuh di mata dan kepala ibu
akarnya menancap kokoh di hatinya
daunnya hijau cemas di mataku
berkali-kali ingin kupangkas
tapi aku tak tega lihat air mata ibu meruah lara

pohon itu menghadang gempuran terik matahari
yang ingin mencuri sejuknya rumah
daunnya hijau teduh

“kisahku tertanam bersama pohon itu,” bisik ibu di antara lelapnya.
aku temukan rindu mekar di matanya
pada malam gigil
kunang-kunang menari
dan mata ibu berbinar cinta

aku sedang menunggu hari baik pangkasi pohon itu
atas restu ibu
yang pelihara kenangannya kepada ayah

 

Kencani Rindu

sepasang kunang-kunang sedang bercinta di kepalanya
antarkan temui basahnya ingatan
di mana hujan ingin tiadakannya
ia benci derasnya hujan yang riuh
membawa petaka pada sunyinya yang binar

kabut turun selimuti matanya
merampas cintanya yang baru beranjak
hujan geledah seisi hatinya yang senak
kopi hitam tanpa gula diseruput dengan pejam mata

pahit itu hidup
berubah gunung kehilangan pepohonan
sungai kehilangan jernihnya
napas dipenuhi polusi

dan kunang-kunang serupa lampu hias
kehilangan cahayanya
di tepi ranjang
bukitan rindu cemari sadarnya
di malam gigil cekam

kabut menari di jendela
ketuki pintu rumah
ia kehilangan keberanian
di sebilah badik warisan

di pucuk daun cengkeh rindu melayang
membawa foto hitam putih ukuran pelukan
ia merasa kembali muda

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2