Pohon Kenangan Ibu

Pohon Kenangan Ibu sebatang pohon penuh kunang-kunang tumbuh di mata dan kepala ibu akarnya menancap kokoh di hatinya daunnya hijau cemas di mataku berkali-kali ingin kupangkas tapi aku tak tega...

Pohon Kenangan Ibu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

namun, gunung telah kehilangan pepohonan
seperti dirinya kehilangan kekasih.

Pamali Air Mata

aku telah lupa cara menangis bagaimana
apakah dengan isak
atau membenturkan kepala di kepalamu
atau bibir kita saling mengecup
membagi napas

di mataku ada gelombang beku
aku berubah kayu hanyut terbawa banjir
laut berubah lagu sunyi penantian
aku hilang pada bumiku sendiri

di sebuah taman yang tak kuingin
kamu datang dalam kebengisan
aku sampirkan mimpiku di matamu
kuceritakan kisahku di mata musim

kau belai rambut kusutku
entah kapan terakhir aku keramas
gelombang menari di ubunku
dan segala gulma memutik di kepala

jika saja ada waktu, aku ingin jadi akar pohon di kebunmu
menangis di dadamu
lupakan segala pamali perihal air mata
------sungguh aku berubah pohon kehilangan akarnya kini----

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2